Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Polisi Tolak Acara Diskusi Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung di Babel, Ini Alasanya - Teritorial.Com
Daerah

Polisi Tolak Acara Diskusi Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung di Babel, Ini Alasanya

Bangka Belitung, Teritorial.Com – Polisi menolak memberikan izin acara diskusi yang dihadiri Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung, hingga Marwan Batubara di Bangka Belitung. Izin tidak diberikan karena acara itu membahas ganti presiden 2019.

“Soalnya, itu kan… brosurnya sudah lihat, belum? Temanya sudah lihat? Temanya tidak hanya itu (ganti presiden), bahasanya mutlak (ganti presiden),” kata Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Abdul Munim saat dihubungi, Sabtu (25/8/2018).

Dari brosur yang diterima dari AKBP Abdul Munim, diskusi itu merupakan bagian dari roadshow Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) 2018. Acara bertema ‘Selamatkan Indonesia: Ganti Presiden & Kembali ke UUD 1945, Mutlak’.

Acara dijadwalkan digelar di Warung Umah Ubi Atok Kulop, Pangkalpinang, Sabtu (25/8) pukul 13.30-17.00 WIB. Akan hadir sebagai pembicara Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung, hingga Marwan Batubara.

AKBP Abdul Munim menegaskan acara ini tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Acara diskusi bertema ganti presiden 2019 ini, menurutnya, juga mendapatkan penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat, ormas, hingga LSM. Dikhawatirkan akan ada gesekan di masyarakat jika acara diskusi tersebut berlangsung.

Menurutnya, penolakan terhadap diskusi itu juga terjadi karena adanya kata ‘mutlak’ ganti presiden dalam brosur yang disebar yang dianggap sebagai pemaksaan kehendak.

Ditambahkan AKBP Abdul Munim, polisi bertugas menjaga situasi tetap kondusif. Karena itu, mereka tidak memberikan izin terhadap acara ini agar tidak terjadi gesekan di masyarakat yang bisa merugikan semua pihak.

“Undang-undangnya sudah jelas, bunyinya pemilihan presiden. Jadi pilpres, bukan pergantian presiden. Siapa pun nantinya yang terpilih, seluruh masyarakat Indonesia harus mendukung, siapa pun yang terpilih. Jangan sampai memaksakan kehendak,” ucapnya.

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Daerah

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerah

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr