Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
ESDM Putuskan untuk Tunda Proyek 35.00 mega wat - Teritorial.Com
Ekonomi

ESDM Putuskan untuk Tunda Proyek 35.00 mega wat

Jakarta, Teritorial.Com- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menunda pengerjaan sejumlah proyek listrik bagian mega proyek 35 ribu MegaWatt (MW).

Proyek yang akan ditunda adalah proyek-proyek yang belum memasuki tahap pemenuhan kewajiban pembiayaan (financial closing) yang kapasitas total mencapai 15.200 MW dengan total investasi berkisar US$24miliar hingga US$25 miliar.

Tadinya, proyek-proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2019 mendatang. Namun, demi menekan defisit neraca transaksi berjalan, pemerintah membatasi aktivitas impor.

“Ada yang ditunda sampai 2021, ada yang sampai 2026,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Selasa (4/9).

Jonan menegaskan pemerintah hanya menunda bukan membatalkan. Pasalnya, pemerintah meyakini bakal ada peningkatan konsumsi listrik ke depan.

Penundaan proyek juga menyesuaikan dengan kebutuhan konsumsi listrik saat ini yang masih di bawah target seiring laju pertumbuhan ekonomi.

 

Tahun ini, konsumsi listrik diperkirakan hanya tumbuh enam persen. Padahal, tadinya pemerintah memperkirakan pertumbuhan konsumsi listrik tahun ini bisa mencapai delapan persen.

Dengan pergeseran proyek ini, tekanan untuk pengadaan barang impor demi kepentingan proyek pembangkit listrik bisa berkurang sekitar US$8 miliar hingga US$10 miliar. Saat ini, rata-rata Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) proyek pembangkit listrik ada di kisaran 20 hingga 40 persen.

Lebih lanjut Jonan menegaskan penundaan pengerjaan sebagian proyek pembangunan pembangkit tidak akan mengganggu pencapaian rasio elektrifikasi yang mencapai 99 persen pada 2019, meningkat dari posisi saat ini yang berada di kisaran 97 persen.

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait