Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Selandia Baru Perketat Aturan Kepemilikan Senjata Pribadi - Teritorial.Com
Dunia

Selandia Baru Perketat Aturan Kepemilikan Senjata Pribadi

Wellington, Teritorial.Com – Mengantisipasi tragedi berdarah yang dalam aksi terorisme di Masjid kota Christcurch, Pemerintah Selandia Baru dilaporkan telah sepakat mengenai perubahan undang-undang kepemilikan senjata di negara itu. Selandia Baru sejatinya telah tiga kali berusaha untuk mengubah undang-undang itu, yakni pada tahun 2005, 2012 dan 2017.

Namun, pasca adanya aksi terorisme di kota Christcurch pekan lalu, pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk memperketat kepemilikan senjata. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardernmenyatakan, bahwa reformasi hukum senjata akan diumumkan dalam 10 hari. Pertimbangan tersebut diambil berdasarkan Undang-Undang negara terkait kepemilikan senjata oleh masyarakat sipil.

Tercaata 50 korban jiwa meninggal dunia menjadi catatan kelam bagi pihak keamanan Selandia Baru, terlebih kelakuan keji tersebut secara terang-terangan terjadi di tumah ibadah. “Dalam 10 hari dari tindakan terorisme yang mengerikan ini, kami akan mengumumkan reformasi, yang akan saya percaya bakal membuat komunitas kami lebih aman. Kami telah membuat keputusan sebagai Kabinet, kami bersatu,” ucap Jacinda dilansir dari sindonews pada Selasa (19/3).

Mengomentari pernyataan itu, Wakil Perdana Menteri Selandia, Winston Peters yang sebelumnya menentang reformasi hukum kepemilikan senjata, menyatakan dia sepenuhnya mendukung keputusan itu. “Kenyataannya adalah bahwa setelah pukul satu siang pada hari Jumat, dunia kita akan berubah selamanya dan demikian pula hukum kita”, ungkapnya, merujuk pada penembakan di dua masjid di kota Christcurch.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak