Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Soal Pidato Gatot, Menhan: Mau Ngambil Uang Rakyat? - Teritorial.Com
Hankam

Soal Pidato Gatot, Menhan: Mau Ngambil Uang Rakyat?

Jakarta, Teritorial.Com – Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu membantah pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo mengenai anggaran TNI yang disebutnya kecil. Dalam pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Surabaya, Jumat akhir pekan lalu, Gatot menyinggung minimnya anggaran militer.

Pernyataan Gatot ditampik oleh Ryamizard. Menhan mengatakan alokasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk TNI saat ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya. “Sudahlah, Gatot, kurang apalagi? Anggaran kita sebelumnya di bawah Rp50 triliun kan? Sekarang sudah Rp108 triliun. Mau ngambil uang rakyat? Enggak mungkin. Kita tentara rakyat, rakyat dululah diutamakan,” tandas Ryamizard di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin 15 April 2019.

Bahkan Ryamizard mengatakan, anggaran pertahanan telah mengalami kenaikan sejak masa Gatot menjadi Panglima TNI pada periode 2015-2017. Menurut Ryamizard, TNI adalah tentara rakyat sehingga sudah sewajarnya jika TNI mendahulukan kepentingan rakyat, yaitu APBN diutamakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

Menhan menegaskan bahwa anggaran pertahanan pun juga mempertimbangkan dampak lainnya termasuk kemampuan ekonomi masyarakat. “Kita enggak usah seperti India, anggaran militernya besar tapi banyak rakyatnya yang masih susah. Kita tidak ingin seperti itu. Rakyat dulu yang diutamakan, masa kita menomor sepuluhkan rakyat. Kalau itu bukan tentara rakyat, tidak benar itu,” tuturnya.

Dia menambahkan, anggaran pertahanan harus disesuaikan dengan kondisi ancaman negara. Saat ini, Indonesia masih jauh dari ancaman perang berskala besar. Ancaman terhadap Indonesia saat ini, kata Ryamizard, adalah terorisme, separatisme, dan narkoba.

Situasi pertahanan itu ada ancaman nyata dan ancaman belum nyata. Ancaman nyata itu terorisme dan separatisme. Yang belum nyata adalah perang besar. Itu masih jauh. Menurut dia, jika masyarakat Indonesia yang berpenduduk lebih 260 juta jiwa dapat menjaga persatuan, maka negara lain tidak berani melakukan ancaman perang terhadap Indonesia.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima