Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Kepentingan Politik Dalam Impor Beras Kemendag - Teritorial.Com
Ekonomi

Kepentingan Politik Dalam Impor Beras Kemendag

Jakarta, Tertorial.com – Impor Beras, bisa mendapatkan duit dengan cara aman dari margin selisih harga. Langsung dibuatkan  rekening di Bank luar negeri dan sudah diisi, KPK sulit melacak.

Kebutuhan dana politik 2018 cukup besar, apalagi dana politik yang lama 2014 belum tertutupi.

Keuntungan sangat besar dan fantastik. Harga beras di Vietnam Rp 4600/kg. Kalau beras cuci gudang di Vietnam harganya Rp 2100/kg. Beras ini sudah lebih 2 tahun ada di gudang. Sedangkan dibeli prangko di tempat Rp 6800/kg. Jadi keuntungan perkg adalah Rp 4700.

Masyarakat menderita insomnia (gampang lupa) dan nggak pedulian (permisif dan apatis). Jadi kalau impor tidak banyak yang protes, karena kalau ada isu baru isu lama cepat dilupakan.

Ada media/jurnalis dan ilmuwan yang bisa dibayar untuk menjustifikasi kebijakan impor. Sudah jelas mau ada panen raya, malah dikatakan oleh ilmuwan bayaran  gagal panen karena hama. Pers pun rame2 bilang harga beras naik  dan gagal panen. Harga beras itu sudah equilibrium, masyarakat tidak kemaruk nasi. Dan bisa mengendalikan konsumsi.

Beras bisa distok kalau kelebihan. Dan distok akan diatur, agar harga naik terus dan bandar beras untuk, sehingga bandar beras bisa terus beri dana politik.

Jika sudah begini memang harus disingkirkan pejabat dan bandar beras impor dengan segala muslihat menipu dan memperdaya masyarakat.

Beberapa daerah sudah menolak impor beras, jika masih ngotot untuk mengimporm tiada kata lain selain kata Lawan. Tolak import Beras.

Oleh: S. Indro Tjahyono/ Aktivis Pergerakan 77-78

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait