Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Kemendag Impor Bawang Bombai 2.000 Ton, Redam Lonjakan Harga Pasar - Teritorial.Com
Ekonomi

Kemendag Impor Bawang Bombai 2.000 Ton, Redam Lonjakan Harga Pasar

JAKARTA, Teritorial.com – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto membuka keran impor bawang bombai sebesar 2.000 ton. Impor dilakukan demi meredam lonjakan harga di pasar yang terjadi belakangan ini.

“Kami sudah keluarkan izin untuk impor bawang bombay, karena baru masuk rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH), sehingga langsung kami proses,” ucapnya, Rabu (11/3).

Harga bawang bombay di pasar melesat dari Rp20 ribu-Rp30 ribu menjadi Rp180 ribu per kg. Salah satu pedagang di Pasar Mencos, Karet, Yani (40) bilang kenaikan harga bawang bombay disebabkan kelangkaan pasokan di pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan 2.000 ton bawang bombay akan didatangkan dari Selandia Baru. Namun, ia tidak mengungkapkan kapan bawang bombay itu akan masuk ke Indonesia.

“Tunggu saja dari Selandia Baru,” katanya.

Ia menuturkan kuota impor bawang bombay masih berpotensi untuk bertambah. Sebab, Kemendag masih memproses kelengkapan syarat RIPH yang telah diajukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). 

Namun, dia tidak mengungkapkan jumlah RIPH yang diajukan oleh Kementan. “Kami cek dia sudah lengkap atau belum? Kadang (syarat) lengkap tapi belum tentu benar. Misalnya dalam Permendag ada aturan penguasaan gudang mau sewa mau milik dan gudangnya mesti berpendingin, karena ini fast moving,” katanya.

Sebelumnya, Kemendag juga telah merilis persetujuan impor (PI) untuk Gula Kristal Mentah (GKM) sebanyak 438,8 ribu ton. Agus mengatakan 260 ribu ton gula mentah akan masuk pada akhir Maret nanti. Selanjutnya, gula mentah akan diproses sebagai bahan baku Gula Kristal Putih (GKP) konsumsi atau gula pasir. 

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait