Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
24 Unit Jet Tempur F-16 Dari Amerika Tiba Di Indonesia - Teritorial.Com
Hankam

24 Unit Jet Tempur F-16 Dari Amerika Tiba Di Indonesia

Jakarta, Teritorial.Com – Sebanyak 24 unit jet tempur F-16 C/D 52ID dari Amerika Serikat akhirnya sudah tiba semua di awal tahun 2018 ini.

Datangnya F-16 C/D yang bisa untuk membentuk 2 skadron itu langsung membuat sibuk Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).

Bagaimanapun juga, Dislitbangau harus memproduksi banyak bom untuk mempersenjatainya.

Sejumlah bom hasil penelitian dan pengembangan Dislitbangau seperti BTN-100 dan BT-500 memang telah sukses diuji coba dan mendapat sertifikasi serta siap digunakan oleh F-16 C/D.

Uji bom berlangsung dua tahap yaitu pengujian statis dan pelepasan bom.

Uji coba secara statis baru bisa dikatakan berhasil jika bom yang dipasang di sayap pesawat stabil dan bisa dijatuhkan dengan landasan yang diberi bantalan berupa kasur berlangsung stabil dan aman

Sedangkan uji coba pelepasan bom menggunakan pesawat Sukhoi Su-27/30 dan F-16 itu dapat berjalan secara sempurna karena bisa menyasar ke parameter yang telah ditentukan.

Alat-alat penguji ledakan bom yang digunakan untuk menganalisis berbagai kemampuan bom juga berfungsi secara maksimal.

Salah satu yang menjadi parameter pengujian adalah kecepatan bom, akurasi bom terhadap sasaran, daya dan jangkauan ledakan, bentuk serpihan bom, dan sebagainya.

Untuk memasuki proses produksi bom secara massal, perusahaan terkait ditunjuk oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan jumlah bom yang harus diproduksi juga harus sesuai permintaan Kemhan.

Setelah sukses mengembangkan bom BT-500 hingga memasuki tahap produksi secara massal, saat ini Dislitbangau juga masih berusaha keras menciptakan bom pintar (smart bomb).

Jenis bom berdaya ledak besar yang dalam proses kerjanya setelah dijatuhkan dari pesawat bisa menghantam sasaran secara akurat berkat alat pemandu.

Sesuai dengan proses penelitian dan pengembangan smart bomb, Dislitbangau sebenarnya sudah harus memasuki tahap uji coba baik secara statis maupun pelepasan (release).

Dalam berbagai pameran persenjataan dalam negeri, smart bomb Dislitbangau bahkan sudah sering dipamerkan dan menjadi perhatian khusus para pengunjung dari kalangan militer.

Dislitbangau memang masih menghadapi kendala untuk menguji smart bombkarena belum memiliki perangkat untuk mengujinya.

Jika sudah ada Dislitbangau siap melakukan uji coba hingga smart bomb segera siap operasional.

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima