Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Wali Kota Minneapolis Tandatangani UU yang Izinkan Azan 5 Kali Sehari - Teritorial.Com
Dunia

Wali Kota Minneapolis Tandatangani UU yang Izinkan Azan 5 Kali Sehari

Minneapolis, Teritorial.com – Muslim di Minneapolis kini dapat mendengar azan lima kali sehari dari masjid-masjid di kota itu, berkat diberlakukannya UU baru pertengahan April lalu.

Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menandatangani UU baru pada 17 April yang mengizinkan 20 masjid di kota itu mengumandangkan azan melalui pengeras suara, lima kali sehari.

Peraturan daerah mengenai kebisingan sebelumnya mencegah dikumandangkannya azan subuh dan isya. Wali Kota Jacob Frey mengatakan keputusan ini berkenaan dengan inklusi dan sambutan baik terhadap semua agama.

Ia menambahkan, “Ini tentang kita semua yang memiliki keyakinan atau agama, mulai dari lonceng gereja hingga tiupan shofar hingga azan. Ini mengenai inklusi, perdamaian dan kebebasan beragama.”

Sebuah tanda di luar Masjid Dar Al-Hijrah di Minneapolis, Minnesota sebelum adzan Dzuhur, di bulan Ramadan, 24 April 2020. (STEPHEN Maturen/AFP)

Shofar yang disebut Frey adalah serunai yang digunakan untuk tujuan ritual keagamaan Yahudi. Langkah ini dianggap sebagai kemenangan bagi imigran Afrika Timur di kota itu yang kian besar jumlahnya. Sebagian besar komunitas itu adalah penganut Islam. Keputusan ini juga dipuji oleh tokoh-tokoh dalam komunitas Islam.

Satu di antaranya adalah Sharif Mohamed, imam Dar al-Hijrah Islamic Center. Ia mengemukakan, “Hari ini adalah hari bersejarah bagi masjid ini, tetap ini juga bagi komunitas Muslim di Minneapolis, juga bagi komunitas Muslim di Minnesota, bagi komunitas Muslim di Amerika Serikat, juga bagi komunitas Muslim di seluruh dunia untuk mengamati dan melihat ini terjadi di dalam sebuah masjid.”

Jaylani Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Minnesota, mengatakan, mengizinkan azan dikumandangkan lima kali sehari akan mengurangi Islamofobia dan meningkatkan pemahaman mengenai agama Islam.

Pelanggan duduk di teras belakang Palmer’s Bar, yang bersebelahan dengan masjid Dar Al-Hijrah di Minneapolis, Kamis, 12 Mei 2022. Adzan terdengar tiga kali sehari dari teras bar ini. (AP/Jessie Wardarski)

Hussein mengatakan, “Jadi, saya melihat ini sebagai kesempatan untuk mendidik, peluang bagi orang-orang untuk melihat kami, mendengar kami, suatu kesempatan bagi mereka yang membenci kami, mungkin suatu kesempatan bagi mereka untuk terhubung dengan kami. Dan karena itu, saya sangat senang karena ini terjadi, dan saya pikir ini merupakan sinyal bagus bagi kami di sini, di Minnesota.”

Para tokoh Muslim mengatakan mereka belum menerima dan berharap tidak ada reaksi negatif terkait azan subuh dan isya. Mereka mengatakan ini tidak ada bedanya dengan suara lonceng gereja. Tetapi mereka juga menyatakan bahwa mereka paham jika muncul kekhawatiran.

Sedikitnya satu masjid di Minneapolis Selatan akan mengadakan pertemuan warga untuk menjelaskan peraturan baru dan menyimak kekhawatiran mereka.

Olivia Astari

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak