Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Trust Indonesia: Pemilih Muslim Punya Efek ke Capres Terkait Boikot Produk Israel - Teritorial.Com
Parlemen

Trust Indonesia: Pemilih Muslim Punya Efek ke Capres Terkait Boikot Produk Israel

Jakarta, Teritorial.com – Trust Indonesia menyebut isu dan narasi boikot produk Israel sangat penting bagi pemilih muslim di Indonesia. Direktur Eksekutif Trust Indonesia, Azhari Ardinal beralasan mayoritas pemilih muslim di Indonesia memang menaruh perhatian atau berpihak kepada Palestina.

“Isu boikot produk Israel ini tentu sangat penting bagi pemilih muslim Indonesia. Terutama bagi mereka yang memiliki fanatisme kuat terhadap Palestina,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/11) sore.

Karena itu, menurut Azhari, siapapun capres yang membangun narasi atas keberpihakan kepada Palestina, tentu akan potensial meraup suara pemilih pada segmentasi ini. Termasuk diantaranya dengan mendukung aksi pemboikotan produk-produk Pasalnya, para pemilih tadi memang menaruh harapan kepada pasangan Capres-Cawapres untuk menyelesaikan konflik kemanusiaan di Palestina.

“Pemilih muslim akan memperhatikan sikap para Capres/Cawapres terhadap aksi boikot produk Israel yang dilakukan kali ini. Mereka punya harapan besar atas penyelesaian kejahatan Israel di Palestina,” ujarnya.

Seperti diketahui, baru pasangan Capres-Cawapres Anies-Muhaimin yang menyampaikan pandangannya secara terbuka terkait boikot produk Israel. Cawapres Muhaimin Iskandar menegaskan dukungannya atas aksi boikot produk Israel lantaran dapat menjadi bentuk tekanan untuk menghentikan konflik Palestina dengan Israel. Gus Muhaimin pun berharap Israel bisa memperhatikan tekanan-tekanan yang dilakukan melalui pemboikotan ini.

“Setidak-tidaknya yang populer terkait aksi boikot produk Israel belakangan ini adalah pasangan Anies-Muhaimin. Muhaimin Iskandar berhasil mencuri perhatian pemilih Islam dengan menyatakan dukungan tersebut secara terbuka,” jelas dia.

Merujuk hasil survei yang dilakukan Trust Indonesia pada Februari lalu, Azhari pun mengingatkan preferensi pemilih Muslim terhadap figur Anies Baswedan. Menurut Azhari, keberpihakan atas isu boikot produk Israel ini akan menambah tren suara pemilih Islam kepada pasangan Anies-Muhaimin. Berdasarkan hasil survei Trust Indonesia, sebanyak 25,9 persen pemilih muslim memilih Anies Baswedan. Sementara, sebesar 23,4 persen pemilih muslim cenderung memilih Ganjar Pranowo, dan sekitar 18,7 persen memilih Prabowo Subianto.

“Isu boikot Produk Israel tentu akan mendorong peralihan suara pemilih Islam di antara ketiga Capres tadi. Siapapun yang tidak atau enggan mengusung isu boikot ini akan mendapatkan reaksi dan sentimen negatif dari pemilih muslim,” tuturnya.

Olivia Astari

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Parlemen

Puan Maharani Sebut Penyerangan Terhadap Wiranto Bukti Terorisme Nyata

Jakarta, Teritorial.Com – Ketua DPR Puan Maharani mengecam peristiwa penyerangan terhadap MenkoPolkam Wiranto yang terjadi di Pandeglang Kamis (10/10) siang.
Parlemen

Mendekati Kabinet Periode Kedua Jokowi, Sejumlah Nama Beredar di Senayan

Jakarta, Teritorial.Com – Kabinet periode kedua Joko Widodo bersama Ma”ruf Amin akan segera terbentuk setelah pelantikan Presiden terpilih pada tanggal