Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Satelit China Hantam Indonesia, Lapan: Saat Ini Sudah Diatas Ketinggian 200 Killometer - Teritorial.Com
Internasional

Satelit China Hantam Indonesia, Lapan: Saat Ini Sudah Diatas Ketinggian 200 Killometer

Jakarta, Teritorial.Com –  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan stasiun antariksa China, yakni Tiangong-1, sudah berada di atas ketinggian 200 kilometer.

Ketinggian orbit tersebut turun 20 kilometer dari yang disebutkan sebelumnya pada Jumat (23/3/2017) yang mencapai 220 kilometer. Dengan demikian, prakiraan jatuhnya Tiangong-1 kian mendekati akurasi kapan waktunya.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan, objek antariksa disebut jatuh ketika sudah mencapai ketinggian 120 kilometer. Ketika itu, hanya dalam beberapa menit Tiangong-1 yang berbobot 8,5 ton, akan pecah dan terbakar.

“Pecahannya akan jatuh di sepanjang orbitnya, pada rentang jarak puluhan sampai ratusan kilometer,” demikian penjelasan Thomas melalui akun Facebook-nya, Rabu (28/3/2028).

Thomas menuturkan, kecepatan jatuh objek antariksa bergantung pada kerapatan atmosfer. Sementara kerapatan atmosfer sendiri dipengaruhi aktivitas Matahari dan medan magnet Bumi.

Variasi aktivitas Matahari yang menyebabkan rentang ketidakpastian waktu jatuhnya cukup besar. Tingkat akurasinya akan bertambah dengan makin dekatnya waktu jatuh. Sampai dengan pertengahan Maret, prakiraan waktu jatuh sekitar April, dengan ketidakpastian +/- 7 hari.

Saat ini, LAPAN sudah mulai mengetahui prakiraan Tiangong-1 waktu jatuhnya ke Bumi. Prakiraan ini lebih detail dari sebelumnya, di mana saat mengetahui Tiangong-1 memasuki fase re-entry atau kembali ke atmosfer, baru diketahui wahana akan jatuh pada April saja.

Dikatakan Thomas, LAPAN terus memantau prakiraan lintasan terakhir Tiangong-1. Info tentang kejatuhan Tiangong-1 bisa dibaca di blog pribadinya maupun situs LAPAN.

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Internasional

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Internasional

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam