Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Demi Menahan Rupiah Semakin Anjlok, BI Intervensi Pasar Valas Hingga SBN - Teritorial.Com
Ekonomi

Demi Menahan Rupiah Semakin Anjlok, BI Intervensi Pasar Valas Hingga SBN

Jakarta, Teritorial.com – Melihatnya Rupaih yang belum bisa bangun dari keterpurukannya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan melakukan intervensi baik di pasar valuta asing (valas) maupun surat berharga negara (SBN). Hal ini demi menjaga nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) agar tidak merosot terlalu dalam.

Penyebab utama Rupiah anjlok lantaran tak kuasa menghadapi yeild treasury bills AS yang terus mengalami peningkatan hingga hampir menyentuh level psikologis 3,0%. Serta kembali menguatnya spekulasi kenaikan Fed Fund Rate (FFR) lebih dari tiga kali di tahun ini. “Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima teritorial.com Selasa (24/4/2018).

Mantan Menter keuangan itu, IDR yang pada hari Jumat sempat terdepresiasi sebesar -0,70%, pada hari Senin ini hanya melemah -0,12%. Menurutnya, pelemahan inu ebih rendah daripada depresiasi yang terjadi pada mata uang negara-negara emerging market dan Asia lainnya, seperti PHP -0,32%, India INR -0,56%, Thai THB -0,57%, MXN -0,89%, dan Afrika Selatan ZAR -1,06%.

Gambaran serupa juga tampak dalam periode waktu yang lebih panjang. Dengan dukungan upaya stabilisasi oleh BI, sejak awal April (month to date/mtd), IDR melemah -0,91%, lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain, seperti THB -1,04%, INR -1,96%, MXN -2,76%, ZAR -3,30%. Demikian pula, sejak awal tahun 2018 (year to date/ytd) IDR melemah -2,35%, juga lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain seperti BRL -3,06%, INR -3,92%, PHP -4,46%, dan TRY -7,17%.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus memonitor dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah, baik yg dipicu oleh gejolak global terhadap berlanjutnya arus keluar asing dari pasar SBN dan saham Indonesia. Adapun gejolak tersebut antara lain dampak kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS-China, kenaikan harga minyak, dan eskalasi tensi geopolitik.

“Maupun yang bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik terkait kebutuhan pembayaran impor, ULN, dan dividen yang biasanya cenderung meningkat pada triwulan II. Untuk itu, BI akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya,” tandasnya. (SON)

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait