Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Menhan RI: Perlunya Mempercepat Pengesahan Revisi Undang Undang (RUU) Terorisme - Teritorial.Com
Hankam

Menhan RI: Perlunya Mempercepat Pengesahan Revisi Undang Undang (RUU) Terorisme

Jakarta, Teritorial.com – Menanggapi peristiwa serangkaian peristiwa teror yang melanda Kota Surabaya baru-baru ini, selain permasalahan teknis penanganan tindakan untuk pelaku teror, masalah hukum mendapat banyak sorotan dari banyak pihak terkait perlunya mempercepat pengesahan Revisi Undang Undang (RUU) Terorisme.

Saat melakkukan konfrensi pers Menteri Pertahanan RI (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengimbau agar semua pihak dapat menanggalkan sifat ego sektoral dalam upaya mempercepat pengesahan Revisi Undang Undang (RUU) Terorisme.

“Bukan mentok, dimentok-mentokin, enggak mau kita ada kekuatan. Ini begini, mau mati lagi? UU apapun demi melindungi rakyat harus segera disahkan. Kaji dong dengan benar, jangan dikaitkaitkan dengan yang lain. Ego sektoral kita terlalu tinggi. Sayaenggak ada kepentingan apapun, enggak ada udang di balik batu,” ujarnya, di Jakarta, Senin (14/5/2018)

Meninggalkan ego sektoral, ditegaskan purnawirawan bintang empat itu, patut untuk dilakukan mengingat sudah cukup banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban aksi terorisme. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) tersebut menilai bahwa masih ada pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Indonesia bersatu dan damai.

Menhan mengaku sedih melihat rakyat Indonesia tewas akibat aksi terorisme. Sebagai tentara, ia menegaskan, bagi dirinya rakyat merupakan tujuan utama yang harus dilindungi. “Saya sakit melihat rakyat mati. Rakyat itu menjadi tujuan yang harus dilindungi. Tentara yang dengar harus sakit, satu orangpun mati kita bersedih,” ucapnya.

Ryamizard menjelaskan bahwa sejak tiga tahun lalu dirinya juga sudah mengingatkan terkait bahaya teroris di Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya. Ia menilai, ancaman teroris bisa sewaktu-waktu terjadi, jika bangsa Indonesia semakin lemah kedaulatannya. “Ada ancaman nyata dan ancaman tidak nyata. Ancaman tidak nyata bisa menjadi nyata kalau kedaulatan negara terganggu. Musuh ancaman nyata adalah teroris. Bisa sewaktu-waktu terjadi.

Berulang-ulang saya sampaikan,” katanya. Bahkan, ia menjelaskan, sejak 2017 dirinya juga sudah menyampaikan bahwa bangsa Indonesia akan menghadapi teroris generasi ketiga, yakni generasi yang digerakkan pejuang Islamic State (IS) yang sudah pulang dari Suriah ke Indonesia.
“Mereka sudah nyatakan Islamic State Indonesia, Islamic State Malaysia dan Islamic State Filipina agar kita tahu apa kegiatan mereka. Tahun lalu saya juga sudah membuat our eyes,” kata Ryamizad.

Oleh karena itu pula, ia mengajak masyarakat bersatu melawan dan tidak memberikan ruang gerak kepada terorisme. “Masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan segala macam tindak-tanduk yang mencurigakan. Para politikus bersatu dan tidak saling gontok-gontokan, termasuk juga aparat keamanan,” ungkap Ryamizard.  (SON)

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima