Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Kemendag Buka Bazar Ramadan 2018 - Teritorial.Com
Ekonomi

Kemendag Buka Bazar Ramadan 2018

Jakarta, Teritorial.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelum membuka Bazar Ramadan2018 mengungkap gelaran Bazar Ramadan adalah wujud kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat yang menjual paket sembako mulai dari Rp.50ribu sampai Rp. 100ribu di halaman parkir Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan Pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok), utamanya selama bulan Puasa dan menjelang Lebaran 2018. Salah satunya melalui penyelenggaraan Bazar Ramadan.

Hal ini disampaikan Mendag Enggar pada pembukaan Bazar Ramadan yang berlangsung, Senin (4/6) di lingkungan Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dalam siaran pers Kemendag.

“Bazar Ramadan ini merupakan bagian dari rangkaian usaha menstabilkan harga barang kebutuhan pokok selama bulan puasa dan Lebaran. Bazar Ramadan terselenggara atas kerja sama dengan para pelaku usaha. Diharapkan Bazar Ramadan dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat, terutama masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Mendag.

Enggar mengatakan, Kementerian Perdagangan telah melakukan berbagai upaya strategis untuk menjaga ketersedian pasokan dan stabilitas harga bapok selama puasa dan Lebaran. Di antaranya, melakukan dialog dengan pelaku usaha, memfasilitasi MOU harga, membuat peraturan, hingga melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pelaku usaha dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Bazar Ramadan Kemendag, baik di Jakarta maupun di Bandung, serta mendukung upaya-upaya stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dengan melaksanakan kebijakan yang ditetapkan Pemerintah sehingga harga dapat terjaga.

“Semua upaya ini tak lain bertujuan agar ibu-ibu tersenyum menyambut puasa dan Lebaran, serta saudara-saudara umat Muslim semakin khusyuk beribadah, tanpa beban pikiran karena dapat membeli bahan pokok dengan harga terjangkau dan stabil,” kata Mendag.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam negeri Tjahya Widayanti dalam laporannya menyampaikan, Bazar Ramadan dilakukan di empat lokasi. Keempat lokasi tersebut, yaitu Kantor Pusat Kementerian Perdagangan pada 4-7 Juni 2018, kantor Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu Ciracas pada 6-7 Juni 2018, dan kantor Direktorat Metrologi Bandung pada 30-31 Mei 2018, kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian Cihanjuang pada 28 dan 29 Mei.

Pelaksanaan Bazar Ramadan bekerja sama dengan pelaku usaha yang menyediakan barang kebutuhan pokok (seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam dan telur); serta produk olahan makanan dan minuman, peritel modern yang menyediakan paket barang kebutuhan pokok; dan UKM binaan Kemendag. Barang -barang tersebut dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar.

“Barang-barang yang dijual pada Bazar Ramadan ini 70% meliputi barang kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabe, bawang dan komoditas pangan pokok lainnya serta 30 % diisi oleh produk UKM,” imbuh Tjahya.

Bazar Ramadan ini diisi oleh 51 pelaku usaha yang menempati 47 stand, terdiri dari 25 pelaku usaha pangan pokok, 9 pelaku usaha pangan olahan, 7 pelaku usaha retail Anggota APRINDO, dan 10 pelaku UKM Pangan.

Pada pelaksanaan bazar di 2017, jumlah omzet penjualan mencapai Rp3,13 miliar selama 10 hari pelaksanaan dengan jumlah pengunjung rata-rata 1000 orang/hari. Pasar Murah Ramadan Selain pelaksanaan Bazar Ramadan, Kemendag bekerja sama dengan sektor swasta juga menggelar pasar murah selama Ramadan. Terdapat sekitar 400 titik pelaksanaan pasar murah di kota dan kabupaten di Indonesia.

Hari ini, pasar murah tengah berlangsung di Batola dan Kuala Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah dan Lampung. Beberapa pasar murah yang sudah terlaksana antara lain di Jawa Barat (Cirebon, Bandung), Jawa Tengah (Semarang, Solo, Klaten, Boyolali), Jawa Timur (Jember, Surabaya), dan Sumatera Utara (Medan).

Bazar Ramadan Kemendag dari tanggal 4-7 Juni 2018 banyak menjual kebutuhan pokok seperti telur, gula pasir, beras dan minyak goreng. (SON)

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait