Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Polda Jatim Konfirmasi Tiga Ledakan di Desa Pogar, Pasuruan, Pelaku Dalam Pengejaran Polisi - Teritorial.Com
Hankam

Polda Jatim Konfirmasi Tiga Ledakan di Desa Pogar, Pasuruan, Pelaku Dalam Pengejaran Polisi

Pasuruan, Teritorial.Com – Ledakan di Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7/2018) dari keterangan awal kepada media yang disampaikan oleh Kapolsek Bangil Kompol M Iskak bahwa dirumah tersebut Terjadi tiga kali ledakan.

Ceritanya, Kapolsek mendapatkan laporan dari warga bahwa ada ledakan di Desa Pogar. kata Kapolsek menjelaskan, melihat pelaku bom Anwar pria yang diketahui berasal dari Aceh membawa ransel itu melarikan diri. Ia masuk ke dalam gang sempit di antara rumah-rumah warga.

Kapolsek tetap melakukan pengejaran sampai ke sudut tersempit. Saat jaraknya dengan pelaku sudah dekat, pelaku melempar tas ranselnya ke arahnya. Anwar, diketahui terluka akibat bom yang dibawanya meledak. Namun pria yang diketahui berasal dari Aceh ini berhasil kabur dengan mengendarai motor.

Saat bom meledak, kata Firman, ledakannya melukai wajah dan kepala Anwar. Namun Anwar masih berdiri. Anwar bahkan masih bisa mengambil motor dan kabur. Polisi kini masih mencari keberadaan Anwar. “Dia (Anwar) kabur pakai motor,” tandas Firman.

Polisi sendiri sudah memastikan, jika ledakan yang terjadi di Bangil, Pasuruan, Pukul 11.30 WIB berasal dari bom. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ledakan itu terjadi pada pukul 11.30 WIB. “Benar, ada ledakan, diduga bom,” kata Frans dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis, 5 Juli 2018.

Frans menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi ledakan pertama terjadi dari dalam rumah kontrakan warga berinisial A dan DR. Saat ledakan pertama, saksi datang dan mengecek ke dalam rumah kontrakan tersebut. Saksi itu kemudian keluar lantaran mencium bau mesiu. “Karena takut, akhirnya saksi keluar. Di saat saksi di luar rumah dia mendengar ledakan kedua,” ujarnya.

Frans menambahkan, warga yang ketakutan akhirnya menjauh dari rumah tersebut. Saat itu pula, seorang tak dikenal keluar dari dalam rumah membawa ransel. “Petugas kepolisian mengejar ke arah barat yang kemudian terdengar suara ledakan ketiga dari jalan kampung,” Ujarnya.

Masih menurut keterangan saksi, pelaku itu kemudian kembali masuk ke dalam rumah kontrakan. Mengendarai sepeda motor, pelaku itu membawa tas ransel hitam pergi ke arah timur. Menurut Frans, ledakan itu melukai anak laki-laki berusia enam tahun. “Anak kecil, laki-laki sekira umur enam tahun, anak dari yang kontrak rumah tersebut,” tuturnya. (SON)

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima