Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Kementerian ESDM Tegaskan Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Punya Potensi Dongkrak Ekonomi Indonesia - Teritorial.Com

Kementerian ESDM Tegaskan Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Punya Potensi Dongkrak Ekonomi Indonesia

Jakarta, Teritorial.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tegaskan sektor energi dan sumber daya mineral punya potensi mendongkrak ekonomi Indonesia.

Bambang Suswantono selaku Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian ESDM menyampaikan hal tersebut dalam acara Energi Mineral Forum 2025 di Jakarta, Senin (26/5/2025).

“Sektor energi dan mineral bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga fondasi transformasi nasional,” katanya.

4 Fokus Strategi

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Bambang menyebut ada empat fokus strategis yang tengah digarap pemerintah.

1. Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari

Pemerintah menargetkan produksi minyak nasional mencapai 1 juta barel per hari pada 2029-2030.

Realisasi target ini memerlukan kolaborasi erat antara ESDM, SKK Migas, KKKS, dan pemangku kepentingan lainnya.

2. Pengurangan Impor LPG Lewat Hilirisasi Batubara

Pengurangan impor LPG menjadi prioritas guna memperbaiki neraca perdagangan.

Pemerintah mendorong hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG, serta memperluas jaringan gas rumah tangga, sebagai salah satu strategi memperkuat sektor energi dan mineral.

3. Percepatan Hilirisasi Mineral Lewat Satgas Khusus

Pemerintah telah membentuk Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi berdasarkan Keppres Nomor 1 Tahun 2025.

Satgas ini ditugaskan mengatasi kendala hilirisasi, seperti keterbatasan infrastruktur, kebutuhan SDM, dan kolaborasi internasional.

4. Optimalisasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

Saat ini pemanfaatan EBT baru mencapai 0,4% dari potensi nasional.

Pemerintah mempercepat transisi energi melalui regulasi kunci, seperti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Tak hanya itu, Perpres Nomor 11 Tahun 2023 tentang Urusan Pemerintahan Konkuren Tambahan di Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral pada sub-Bidang Energi Baru Terbarukan, dan penyusunan rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Terbarukan.

“Langkah besar sudah dimulai. Kini waktunya kita lanjutkan ke aksi nyata di lapangan,” jelas Bambang terkait sektor energi dan mineral yang dinilai menjadi kunci menggerak ekonomi Indonesia.

(*)

Alfianti Dinda

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi