Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Sirine Banjir di Sejumlah Wilayah Yang Tak Terdengar - Teritorial.Com
Daerah

Sirine Banjir di Sejumlah Wilayah Yang Tak Terdengar

JAKARTA, Teritorial.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan telah memasang pelantang suara peringatan dini banjir di sejumlah titik rawan banjir di wilayah ibu kota RI tersebut.

Kini, pengadaannya akan ditambah di sejumlah lokasi yang anggarannya masuk dalam Program Pengelolaan Risiko Bencana dengan total anggaran hingga Rp4,3 miliar.

Namun, sejumlah warga korban banjir di Jakarta mengaku tak mendengar peringatan banjir dari Toa yang dikelola langsung BPBD DKI Jakarta tersebut. Beberapa warga yang ditemui mengaku tahu kabar banjir dari sesamanya, media massa, dan media sosial.

Sahuri (66), warga RT 5 RW 7 Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku tak mendengar suara peringatan banjir yang merendam rumahnya sehari setelam malam pergantian tahun 2019 ke 2020 lalu. Kabar banjir justru ia dengar dari anaknya lewat berita di internet.

“Nggak terdengar,” kata Sahuri.

Berdasarkan pantauan, lokasi Toa peringatan dini banjir untuk warga Bidara Cina berada di Sekretariat RW 7. Lokasinya berjarak lebih dari 200 meter dari rumah Sahuri.

Pelantang suara itu dipancang dengan tiang dengan tinggi sekitar 5 meter, dan terdiri atas empat toa yang mengarah ke berbagai arah mata angin.

Warga Kelurahan Bidara Cina lain, Nur Hidayat juga mengaku tak mendengar suara pengumuman dini banjir di kelurahannya. Padahal, rumah Hidayat berada di samping Sekretariat RW 07, tempat toa itu berada.

Hidayat mengaku memang sempat mendengar suara lewat toa itu. Menurutnya, bunyinya mirip suara sirine yang dibunyikan satu sampai tiga kali sesuai peringatan level siaga prediksi banjir akan datang. Tapi, katanya, itu sudah lama.

“Suara sirine. Oooeeeeettt gitu,” ujar Hidayat, Kamis (16/1), dengan menirukan suara sirine yang pernah ia dengar

“Saya juga nggak ngerti rusak atau gimana. Cuma emang dari tahun kemaren juga nggak bunyi. Pas banjir nggak bunyi” sambungnya.

Salah satu warga di kelurahan Bidara Cina yang rumahnya terkena banjir, TIas, mengaku tak menghiraukan apapun saat air bah merendam rumahnya tahun baru lalu. Ia juga menilai keberadaan toa untuk peringatan dini banjir juga tak efektif.

“Masa kita mau pantengin toa. Udah nggak mikirin apa-apa dah,” imbuhnya.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Daerah

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerah

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr