Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Darurat Imbas Pencemaran Tumpahan Minyak, Pemkab Karawang Tetapkan Status Darurat - Teritorial.Com
Daerah

Darurat Imbas Pencemaran Tumpahan Minyak, Pemkab Karawang Tetapkan Status Darurat

Kerawang, Teritorial.com – Khawatir terhadap dampak limbah dan pencemaran lingkungan dan biota laut, Pemkab Karawang, memberlakukan masa tanggap darurat dampak dari insiden minyak tumpah dari anjungan lepas pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ), di Laut Jawa. Masa tanggap darurat ini, berlaku selama 2,5 bulan kedepan.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, pada akhir pekan kemarin pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jabar dan Pertamina. Ada dua pembahasan utama dalam pertemuan itu. Pertama, menetapkan masa tanggap darurat selama 2,5 bulan. “Kemudian, memberlakukan masa untuk recovery, selama enam bulan kedepan,” ujar Cellica, Sabtu (3/8) dilansir dari republika.co.id.

Menurut Cellica, saat ini masa tanggap darurat masih berlaku. Hal tersebut mengingat, tumpahan minyak ini kali pertama terjadi pada 12 Juli lalu. Selain itu, saat ini pihak Pertamina juga sedang membersihkan laut dan pesisir dari ceceran minyak mentah tersebut. Langkah kedua, yaitu, memberlakukan masa recovery hingga enam bulan.

Nantinya, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari dampak sosial hingga teknis. Bahkan, tim akan memeriksa kualitas ikan yang dihasilkan dari perairan Karawang itu. Recovery yang paling penting itu, yakni sosial dan ekonomi warga. Seperti, tambak udang diperbaiki dan tambak ikan bandeng.

Sambil semua proses itu dilakukan, Pertamina sepakat untuk memekerjakan masyarakat terdampak untuk ambil bagian dalam proses pembersihan pantai. Pertamina juga memberi kompensasi kepada warga. “Di Karawang, ada sembilan desa yang terdampak pencemaran ini. Adapun soal kompensasi, sepertinya Pertamina sudah memiliki hitung-hitungannya,” ujar Cellica.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Daerah

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerah

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr