Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Massa Pendemo Nyamar Jadi Anak STM Untuk Ciptakan Kerusuhan - Teritorial.Com
Daerah

Massa Pendemo Nyamar Jadi Anak STM Untuk Ciptakan Kerusuhan

JAKARTA, Teritorial.com – Aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan pelajar SMA dan STM beberapa waktu belakangan menjadi perbincangan hangat di publik. Beragam komentar positif maupun negatif pun terlontar dari aksi lanjutan mahasiswa yang menolak serangkaian RUU bermasalah yang digelar di depan Gedung DPR RI.

Namun di balik itu semua, ada hal mencengangkan yang terkuak. Ratusan pemuda yang ditangkap jajaran Polda Metro Jaya ternyata adalah massa bayaran.

Menggunakan atribut layaknya siswa sekolah menengah atas, mereka menyamar sebagai anak SMA ataupun STM.

Hal itu terkuak dalam video pengakuan pendemo yang mengaku ikut aksi lantaran dibayar untuk memicu kerusuhan demonstran di sekitaran DPR RI.

“Nama saya Rahmad Hidayat, saya diajak oleh orang bernama Taufik Ilham Pribadi untuk mericuhkan suasana dan menyamar jadi siswa sekolah,” kata salah seorang demonstran dalam video pengakuan yang beredar, Senin (30/9).

Sementara dalam video lainya, satu orang demonstran kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu. Hal tersebut dipastikan setelah cek urine yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Dari pengakuan, rata-rata mereka dibayar dengan uang sebesar Rp 10.000 sampai 40.000 untuk mengikuti aksi.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Daerah

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerah

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr