Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
China Kecam Tindakan AS Mengirimkan Dua Kapal Perang Dekat Kepulauan Spartly - Teritorial.Com
Dunia

China Kecam Tindakan AS Mengirimkan Dua Kapal Perang Dekat Kepulauan Spartly

Beijing, Teritorial.Com – Kementerian Luar Negeri China mengecam operasi dua kapal perang Amerika Serikat (AS) di dekat kepulauan Spratly, Laut China Selatan. China menganggap kedua kapal AS itu telah melanggar kedaulatan China dan masuk tanpa izin Beijing.

“Kegiatan kapal perang AS melanggar kedaulatan China dan tidak menghiraukan perdamaian, keamanan dan aturan yang berlaku di wilayah perairan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang, seperti dilansir AFP, Selasa (7/5).

Sebelumnya, AS telah mengirimkan kapal perang USS Preble dan USS Chung Hoon untuk berlayar 12 mil laut dari Gaven Reef dan Johnson Reef di Kepulauan Spartly, Senin (6/5/2019), dimana Beijing mengklaim kepulauan itu sebagai milik mereka.  China menyebut pulau tersebut dengan nama Nansha.

China tidak sepakat saat AS menyatakan bahwa kapal angkatan laut AS tengah berlayar dalam misi kebebasan navigasi.

Shuang mengklaim China menggandeng Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk mempertahankan kestabilan kawasan Laut China Selatan. Dia justru meminta AS berhenti melakukan sikap provokasi dan menghormati kedaulatan serta kepentingan keamanan China, serta negara-negara di sekitar Laut China Selatan.

China menyatakan mereka mengerahkan angkatan laut dan udara untuk menghalau pergerakan kapal perang AS. Mereka lantas meminta kedua kapal itu pergi dari wilayah sengketa itu.

“Pasukan kami akan terus siaga dan akan mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan negara dan menjamin perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” kata Juru Bicara Komando Armada Selatan AL China, Li Huamin, melalui media sosial Weibo.

Li mengklaim China memiliki kedaulatan penuh di pulau-pulau di Laut China Selatan serta wilayah perairan di sekitarnya.

Pram

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak