Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Dukung Kubu Oposisi, Turki Desak Pemilu Suriah - Teritorial.Com
Dunia

Dukung Kubu Oposisi, Turki Desak Pemilu Suriah

Istanbul, Teritorial.Com – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pasukan Turki tidak akan meninggalkan Suriah sampai pemilihan umum (pemilu) diadakan di negara tersebut. Ankara selama ini mendukung kelompok oposisi atau pemberontak yang ingin menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Walaupun hampir tidak mungkin bagi kubu Assad, namun Turki meyakini bahwa Pemilu merupakan jalan keluar atas perang sipil Suriah. “Kapanpun rakyat Suriah mengadakan pemilu, kami akan meninggalkan Suriah untuk pemiliknya,” kata Erdogan di forum TRT World di Istanbul, kemarin, yang dilansir Al Jazeera, Jumat (5/10/2018).

Turki mengirim pasukan ke Suriah pada Agustus 2016 untuk membersihkan daerah perbatasan dari kelompok Islamic State of Iraq and Levant (ISIL/ISIS). Pada awal tahun ini, pasukan Turki meluncurkan operasi di wilayah Afrin, Suriah utara untuk memerangi pasukan Kurdi yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Bagi Ankara, PKK merupakan kelompok teroris.

Erdogan setuju dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membentuk zona demiliterisasi antara pasukan pemberontak dan pasukan rezim Suriah di Suriah utara. Zona yang membantang antara 15 hingga 20 km itu diberlakukan mulai 15 Oktober 2018. Kendali keamanan zona itu akan dijamin oleh patroli militer Rusia dan Turki.

Erdogan menambahkan bahwa Ankara tidak menemui kesulitan dalam melakukan pembicaraan dengan berbagai faksi pemberontak di provinsi Idlib di Suriah utara. Idlib merupakan benteng pertahanan terakhir yang dikuasai pemberontak yang berada di luar kendali pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Hay’et Tahrir al-Sham, yang termasuk kelompok terkait al-Qaeda sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra, diyakini sebagai kelompok bersenjata paling kuat di Idlib. Turki menunjuk kelompok itu sebagai organisasi teroris pada bulan Agustus, sesuai dengan keputusan PBB yang keluar bulan Juni.

Menurut Erdogan, Turki memantau Idlib dari 12 titik pengamatan. Sedangkan Rusia memiliki 10 titik pengamatan dan Iran memiliki enam titik. “Mengamankan koridor ini berarti mengamankan Idlib,” katanya. “Dan kami telah mulai membentengi pos pengamatan kami.”

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak