Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Filipina: Cina Buat Provokasi Lagi di Kawasan Sengketa LCS - Teritorial.Com
Dunia

Filipina: Cina Buat Provokasi Lagi di Kawasan Sengketa LCS

Filipina, Teritorial.com – Filipina kembali melaporkan terkait aksi berbahaya Cina di wilayah sengketa Laut Cina Selatan. Kapal penjaga pantai Filipina sedang membantu operasi angkatan laut pada 30 Juni lalu, ketika mereka “terus diikuti, ditakut-takuti, dan dihalangi oleh kapal Cina yang jauh lebih besar dari kapal penjaga pantai (kami)”, kata juru bicara penjaga pantai Filipina Jay Tarriela, dalam sebuah cuitan.

Peristiwa itu terjadi di dekat wilayah Second Thomas Shoal, sekumpulan karang di wilayah Kepulauan Spratly, yang diklaim Filipina sebagai wilayahnya. Filipina menempatkan beberpa serdadunya di atas kapal Amerika Serikat Sierra Madre dari era Perang Dunia Kedua, yang tahun 1999 sengaja dikaramkan. Namun, Cina juga mengklaim wilayah itu sebagai miliknya.

Cina pada hari Kamis (06/07) mengatakan, penjaga pantai Filipina telah melakukan penyusupan ke wilayah perairannya tanpa izin.

Militer Filipina merilis foto “serangan laser kapal Cina”, awal Februari 2023. Foto: Philippine Coast Guard/AFP

Saling klaim di Laut Cina Selatan (LCS)

“Kapal penjaga pantai Cina menjalankan hukum dalam kegiatan penegakan hukum sesuai dengan perlindungan kedaulatan teritorial Cina dan ketertiban maritim,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Wang Wenbin, dalam sebuah konferensi pers reguler.

Cina mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan yang mereka definisikan sebagai wilayah dalam “sembilan garis putus-putus” yang dibuat Cina. Namun, wilayah sembilan garis yang diklaim Cina itu memotong zona ekonomi eksklusif (ZEE) Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

Pada tahun 2016, Mahkamah Arbitrase Internasional di Den Haag menyatakan bahwa klaim Cina tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Konflik bisa sewaktu-waktu meruncing?

Jay Tarriela mengatakan kapal penjaga pantai Filipina terpaksa mengurangi kecepatan untuk mencegah tabrakan. Namun, Wang Wenbin bersikeras bahwa tindakan Cina sudah “profesional dan terkendali”.

Militer Filipina selama ini memang melakukan operasi reguler untuk memenuhi kebutuhan logistik pasukan Filipina yang berada di kapal tua AS, Sierra Madre. Pada bulan Februari lalu, Filipina sudah melayangkan protes keras dan menuduh Cina melakukan tindakan agresif dengan mengarahkan “laser tingkat militer” ke kapal penjaga pantainya.

Kawasan karang Second Thomas Shoal terletak di dalam ZEE Filipina. Jay Tarriela menggambarkan kehadiran kapal-kapal Cina di wilayah itu sebagai “mengkhawatirkan”, dan menambahkan bahwa kasus-kasus terakhir dapat menimbulkan “kekhawatiran yang lebih besar”.

Olivia Astari

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak