Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Intelejen AS Sebut Arab Saudi Perluas Infrastruktur Teknologi Rudal Balistik - Teritorial.Com
Dunia

Intelejen AS Sebut Arab Saudi Perluas Infrastruktur Teknologi Rudal Balistik

Jakarta, Teritorial.com – Intelijen Amerika Serikat mengungkapkan Arab Saudi telah secara signifikan meningkatkan program rudal balistiknya dengan bantuan Cina. Tiga sumber intelijen AS kepada CNN mengungkapkan hal itu. Informasi intelijen yang sebelumnya tidak dilaporkan menunjukkan Arab Saudi telah memperluas infrastruktur dan teknologi rudal balistik melalui pembelian dari Cina.

Perkembangan baru di Arab Saudi ini mengancam upaya AS selama beberapa dekade untuk membatasi proliferasi rudal di Timur Tengah. Meskipun Arab Saudi salah satu negara yang paling banyak membeli senjata dari AS, namun AS dilarang menjual rudal balistik berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Rezim Pengawasan Teknologi Rudal 1987.

Sinyal Arab Saudi membangun senjata nuklir diucapkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam satu program wawancara dengan media AS 60 Minutes tahun 2018: “Tanpa ragu, jika Iran mengembangkan bom nuklir, kami akan mengikuti sesegera mungkin.”

Meskipun Arab Saudi salah satu negara yang paling banyak membeli senjata dari AS, namun AS dilarang menjual rudal balistik berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Rezim Pengawasan Teknologi Rudal 1987.

Sinyal Arab Saudi membangun senjata nuklir diucapkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam satu program wawancara dengan media AS 60 Minutes tahun 2018. “Tanpa ragu, jika Iran mengembangkan bom nuklir, kami akan mengikuti sesegera mungkin”.

Indikasi lainnya adalah Foto citra satelit yang pertama kali dilaporkan Washington Post pada Januari 2019 yang menunjukkan negara kerajaan itu telah membangun pabrik rudal balistik. Beberapa analis yang melihat foto satelit itu memperkirakan teknologinya menggunakan produk Cina.

Foto satelit kedua tentang fasilitas rudal Arab Saudi ditayangkan CNN dan menunjukkan aktivitas serupa yakni memproduksi rudal balistik. CIA maupun Direktur Intelijen Nasional AS menolak untuk menanggapi aktivitas rudal balistik Arab Saudi. Begitu juga Kedutaan Arab Saudi di AS tidak memberikan tanggapan.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, Cina dan Arab Saudi merupakan mitra strategis komprehensif dan kedua negara membangun kerja sama bersahabat di semua area termasuk penjualan senjata. Kerja sama seperti ini tidak mencederai hukum internasional termasuk peraturan tentang proliferasi senjata pemusnah massal.

Mei lalu, presiden Donald Trump menyatakan situasi darurat untuk melewati persetujuan Kongres guna mempercepat penjualan senjata senilai miliar dollar ke sejumlah negara termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania dengan maksud menghalangi pengaruh jahat Iran di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secara resmi menjelaskan tentang percepatan penjualan senjata senilai US$ 8,1 miliar atau setara dengan Rp 115,1 triliun kepada anggota parlemen hari Jumat ini. “Penjualan ini akan mendukung sekutu kami, meningkatkan stabilitas Timur Tengah, dan membantu negara-negara ini untuk mencegah dan mempertahankan diri mereka dari Republik Islam Iran, kata Pompeo dalam pernyataannya.

Pernyataan Pompoe bersamaan harinya dengan pernyataan Presiden ASDonald Trump untuk mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 1.500 personil ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak