Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Komandan Pasukan AS di Korsel Optimis Diplomasi Nuklir Terhadap Korut Berhasil - Teritorial.Com
Dunia

Komandan Pasukan AS di Korsel Optimis Diplomasi Nuklir Terhadap Korut Berhasil

Seoul, Teritorial.Com – Komandan pasukan Amerika Serikat (AS), Jenderal Vincent Brooks menyatakan bahwa ia sangat optimis diplomasi nuklir dengan Korea Utara (Korut) akan berhasil. Lebih lanjut Jenderal Vincent Brooks menegaskan bahwa Seoul dan Washington harus terus menekan sehingga tidak ada alasan dan kemampuan bagi Korut untuk mundur.

Brooks menjelaskan bahwa laporan mengenai berlanjutnya kegiatan pengembangan nuklir dan rudal Korut menunjukkan Korut saat ini masih kurang yakin sehingga dapat menjadi langkah nyata menuju denuklirisasi dan hal tersebut masih aman.

“Sementara saya berusaha untuk memahami mengapa Korea Utara melakukan hal tersebut dan darimana hal itu berasal, bagaimanapun, ini merupakan kondisi yang diciptakan oleh Korea Utara sendiri,” ujar Brooks dalam konferensi pers di Seoul, Rabu (23/8). “Mereka harus mengambil risiko untuk menuju perdamaian, mengingat bahwa mereka yang menciptakan keadaan dimana kita berada saat ini.” imbuhnya

Korut telah berpindah menuju pendekatan diplomasi pada tahun 2018 setelah tahun yang penuh provokatif dalam pengembangan senjata dimana selama ini menguji hulu ledak termonuklir dan menunjukkan kemampuan potensial untuk menyerang daratan AS.

Sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengadakan pertemuan bersejarah dengan Presiden AS pada bulan Juni lalu. Mereka membahas mengenai pembebasan Semenanjung Korea dari nuklir tanpa menjelaskan kapan dan bagaimana hal tersebut akan terjadi.

Diplomasi nuklir dengan Korea Utara telah dicederai dengan kegagalan dalam beberapa dekade terakhir. Namun Brooks menjelaskan bahwa peluang keberhasilan kali ini lebih baik karena adanya perubahan pemerintahan di Washington dan Seoul serta karena adanya ancaman yang disebabkan oleh program nuklir dan rudal jarak jauh Korut yang lebih besar dari pada sebelumnya.

Agar upaya diplomasi ini berhasil maka akan sangat penting bagi sekutu dan Korut untuk mengatasi permasalahan ketidakpercayaan dan salah persepsi dimana “tindakan yang diambil oleh salah satu pihak tidak dipahami sebagaimana yang dimaksudkan oleh pelaku ketika penerima melihatnya,” ujar Brooks

Brooks mencatat bahwa AS dan Korut telah membuat langkah penting untuk membangun kepercayaan dalam beberapa minggu terakhir, seperti Korut yang mengembalikan 55 jenazah prajurit AS yang tewas selama Perang Korea 1950-1953. “Ini merupakan langkah yang sangat penting, tetapi  hal itu sama saja seperti satu papan yang diletakkan di jembatan panjang yang melintasi celah panjang ketidakpercayaan,” imbuhnya

Redaksi Teritorial

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak