Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Malaysia Peringatkan Perusahaan Kilang Minyak Australia untuk Berhenti Rusak Lingkungan - Teritorial.Com
Dunia

Malaysia Peringatkan Perusahaan Kilang Minyak Australia untuk Berhenti Rusak Lingkungan

Perang dagang antara Amerika Serikta dengan Cina diwarnai oleh ketakutan Amerika Serikat bahwa Cina mungkin dapat mengambil keuntungan atas posisinya sebagai Produsen hasil bumi langka yang utama di dunia, dan sebagai konsekuensinya mucul desakan-desakan terhadap Amerika untuk mencari sumber alternatif.

Hal penting dari produksi hasil bumi langka ini yaitu bisnis ini merupakan bisnis kotor yang menyebabkan kerusakan lingkungan dimana banyak negara yang tidak dapat mentoleransi. Malaysia menjadi salah satu negara yang melakukan penolakan.

Pemerintah Pakatan Harapan yang baru di Malaysia mengancam untuk tidak melanjutkan izin operasi kepada Perusahan tambang Australia, Lynas, kecuali perusahan tersebut mengikuti aturan yang ketat dalam penambangan kilang minyaknya yang ada di Kutan. Perusahaan tersebut telah berjalan sejak tahun 2012.

Pemerintah Malaysia juga memerintahkan Lynas untuk memindahkan dan membuang lebih dari 451.000 ton sisa limbah yang mengandung radioaktif pada saat proses penambangan. Perusahaan tersebut telah diberikan deadline sampai bulan September.

Lynas merespon melalui jalur hukum untuk melawan Pemerintahan Malaysia, namun Yeo Bee Yin, Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim, bersikeras memberikan pelarangan terhadap fasilitas perusahaan tersebut yang masih dalam wilayah kedaulatan nasional Malaysia.

“Lynas tidak bisa datang dan mendikte bagaimana peraturan hukum berlaku… mereka tidak bisa meminta pengecualian seolah-olah itu adalah hak mereka,” ucap Yeo Bee Yin.

Yeo Bee Yin bersikeras terhadap kebijakan yang bertujuan untuk melindungi lingkungan sambil mendorong untuk menemukan energi terbaharukan dan memotong import dan penggunaan plastik.

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak