Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Presiden Joko Widodo Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Palestina di Gaza - Teritorial.Com
Dunia

Presiden Joko Widodo Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Palestina di Gaza

JAKARTA, Teritorial.com – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun merasa bangga dengan rakyat Indonesia atas kontribusi bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.

“Kami benar-benar bangga dengan rakyat Indonesia. Apapun bantuannya, apapun dukungannya sudah lebih dari cukup untuk Palestina,” ujar Zuhair Al-Shun selaku Duda Besar Palestina untuk Indonesia setelah menyaksikan pengiriman bantuan kemanusiaan pemerintah RI ke Gaza di Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu, (4/11).

Dubes Zuhair juga meyakini bahwa rakyat Indonesia akan selalu bersama dengan Palestina dan tidak akan pernah membiarkan Palestina sendirian.

Dalam kesempatan itu, Zuhair mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas bantuan yang diberikan bagi warga Palestina yang kini menjadi korban perang Hamas-Israel.

Menurutnya, Indonesia memahami perjuangan rakyat Palestina dan turut berjuang bersama.

“Indonesia, sebagaimana disampaikan Yang Mulia (Presiden Joko Widodo), akan selalu bersama Palestina dan tidak akan membiarkan Palestina sendirian,” katanya.

Menurut Zuhair Indonesia dan Palestina sama-sama berjuang untuk kebebasan. “Mereka memahaminya dan mereka berjuang bersama kami dalam diplomasi. Yang pasti dengan usaha Indonesia, negara Islam terbesar, kita akan sukses dan merdeka,” katanya.

Sebelumnya, dalam agenda pelepasan bantuan tahap pertama di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Presiden Jokowi mengatakan bantuan yang diberikan untuk warga Palestina merupakan wujud solidaritas Indonesia serta wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap kemanusiaan.

“Karena tragedi kemanusiaan yang ada di Gaza tidak dapat diterima dan harus segera mungkin dihentikan. Saya ingin menekankan kembali bahwa Indonesia akan terus bersama perjuangan bangsa Palestina,” katanya.

Presiden Jokowi melepas bantuan tahap pertama berupa makanan, obat-obatan, peralatan medis, penjernih air minum tanpa listrik, hingga selimut untuk kebutuhan warga Palestina yang menjadi korban perang di Gaza.

Total bantuan gelombang pertama berbobot 51,5 ton yang diangkut menggunakan tiga unit pesawat menuju Mesir. Sedangkan bantuan gelombang kedua diagendakan dikirim 3 hingga 4 pekan ke depan.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury, dan Dubes Palestina untuk RI Zuhair Al-Shun.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak