Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Erdogan Tuai Protes Gereja Orthodoks Rusia - Teritorial.Com
Dunia

Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Erdogan Tuai Protes Gereja Orthodoks Rusia

Istambul, Teritorial.Com – Pejabat Gereja Orthodoks Rusia menyatakan mengubah monumen Hagia Sophia di Istanbul dari museum menjadi masjid tak akan bisa diterima. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengusulkan mengembalikan status masjid di Hagia Sophia yang saat ini menjadi salah satu monumen paling banyak dikunjungi di Turki.

Hagia Sophia merupakan bangunan abad keenam yang penting bagi Bizantium Kristen dan Ottoman Muslim. Bangunan itu pun diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. “Kita tidak bisa kembali ke Abad Pertengahan sekarang,” papar Metropolitan Hilarion, ketua departemen hubungan gereja eksternal Patriarkhat Moskow, dilansir kantor berita Interfax.

“Kita hidup dalam dunia multikutub, kita hidup dalam dunia multi-pengakuan dan kita perlu menghormati perasaan orang-orang beriman,” tutur dia.

Kami yakin bahwa kondisi sekarang ini aksi yang tak dapat diterima melanggar kebebasan beragama,” kata dia. Pengadilan Turki awal pekan ini memeriksa kasus untuk mengubah gedung itu kembali menjadi masjid dan akan mengumumkan keputusannya pada bulan ini.

Kasus pengadilan yang diajukan NGO untuk pelestarian monumen bersejarah itu menggugat legalitas keputusan pada 1934, pada awal era negara Turki sekuler Mustafa Kemal Ataturk, untuk mengubah Hagia Sophia dari masjid menjadi museum.

Patriarkh Ekumenikal Bartholomew, pemimpin spiritual sekitar 300 juta Kristen Orthodoks dunia dan berbasis di Istanbul menyatakan mengubah bangunan itu menjadi masjid akan mengecewakan umat Kristen dan akan memecah Timur dan Barat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan pemerintah Yunani juga mendesak Turki mempertahankan bangunan itu sebagai museum. Erdogan menganggap berbagai kritik asing atas usulan itu adalah serangan pada kedaulatan Turki.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak