Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Surat Intelijen Bocor, 1.000 Mata-Mata Malaysia Bekerja Untuk CIA di Seluruh Dunia - Teritorial.Com
Dunia

Surat Intelijen Bocor, 1.000 Mata-Mata Malaysia Bekerja Untuk CIA di Seluruh Dunia

Kuala Lumpur, Teritorial.Com – Belum berakhir soal kebocoran surat rahasia mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang meminta bantuan untuk pemenangan dirinya dalam pemilu tahun 2018 lalu kepada Badan intelijen Amerika Serikt (CIA), kini Badan Intelijen Malaysia (MEIO) kembali bocor ke publik lantaran mempekerjakan lebih dari 1.000 personel di seluruh dunia.

Bocornya surat intelijen antara MEIO dengaann Badan Intelijen CIA tersebut hingga kini masih menuai perdebatan lantaran hal tersebut berkaitan dengan sistem keamanan Malaysia yang kurang efektif dalam perlindungan aset-aset data rahasia negara.

Menurut laporan, korespondensi surat itu terjadi pada Mei 2018 lalu, pada masa kepemimpinan Kepala MEIO Datuk Hasanah Abdul Hamid di bawah pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak. Kini, Hasanah sudah tak lagi menjabat sebagai pemimpin MEIO sejak Mahathir Mohamad menjabat sebagai perdana menteri Malaysia yang baru.”Saya tidak berwenang untuk mengatakan berapa banyak agen, petugas dan operasi yang dikelola oleh MEIO.

Tetapi saya dapat memberitahu Anda bahwa agensi memiliki lebih dari 1.000 (personel) di seluruh dunia, dan penting bahwa kebocoran seperti itu seharusnya tidak terjadi,” kata Datuk Shaharudin Ali, pengacara mantan kepala MEIO Datuk Hasanah Abdul Hamid menjelaskan duduk perkara tentang insiden kebocoran tersebut, seperti dikutip dari The Star Malaysia, Rabu (1/8/2018).

Kebocoran itu terjadi pada Juli 2018. Pihak yang membocorkan belum diketahui.Shaharudin mengatakan, Hasanah khawatir bahwa kepercayaan dan kredibilitas MEIO akan terpengaruh oleh insiden kebocoran surat tersebut. Dia menambahkan bahwa Hasanah juga cemas tentang keselamatan dan moral para perwira MEIO.

Pengacara Hasanah itu juga mengatakan bahwa MEIO memiliki sumber intelijen rahasia di seluruh dunia dan informasi yang disediakan dikumpulkan, dianalisis dan dilaporkan kepada Perdana Menteri dan Kabinet, Special Branch, Intelijen Militer dan lain-lain.

Kini, Shaharudin mendesak Kepolisian Malaysia untuk menyelidiki pihak yang membocorkan surat tersebut ke publik. Sang pengacara juga mengatakan bahwa kebocoran itu harus berfungsi sebagai peringatan bagi pentingnya menjaga kerahasiaan korespondensi antar intelijen demi keselamatan negara.

“Polisi harus menyelidiki siapa yang berada di belakang kebocoran karena tidak hanya melanggar keamanan nasional tetapi juga melibatkan masalah disiplin dan etika pegawai negeri,” katanya.

MEIO merupakan salah satu bagian dari badan intelijen rahasia nasional Malaysia yang didirikan pada tahun 1960-an. Badan intelijen itu telah berkontribusi banyak untuk keamanan nasional Malaysia. Ini termasuk menyelesaikan ancaman komunis, konfrontasi dengan Indonesia, konflik regional, dan yang paling baru, ancaman ISIS.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak