Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Tiga Kapal Perang AS Masuki Laut Barents Pertama Kali Sejak 1980 - Teritorial.Com
Dunia

Tiga Kapal Perang AS Masuki Laut Barents Pertama Kali Sejak 1980

Jakarta, Teritorial.Com – Tiga kapal perang AS berlayar memasuki Laut Barents di perairan samudera Arktik di Rusia untuk pertama kali sejak 3 dekade lalu atau tahun 1980. Kapal perang AS, USS Donald Cook, USS Porter dan USS Roosevelt melakukan pelayaran perdananya ke laut Barents untuk bergabung dengan kapal perang fregat Angkatan Laut Inggris, HMS Kent.

Angkatan Laut AS Eropa dalam pernyataannya menjelaskan, keempat kapal perang ini melakukan operasi untuk menegaskan kebebasan navigasi dan menunjukkan integrasi tanpa batas di antara sekutu. Menurut Angkatan Laut AS, pihaknya telah memberi tahu Moscow tentang operasi bersama 4 kapal perang AS dan Inggris di Laut Barents. “Untuk menghindari salah persepsi, mengurangi resiko, dan mencegah ekskalasi yang tidak disengaja.”

Laut Barents berbatasan dengan wilayah perairan Rusia dan Norwegia. Di tepi laut ini berdiri pelabuhan kapal Rusia, Murmansk yang menjadi markas Armada Wilayah Utara Angkatan Laut Rusia. Ketegangan antara Amerika dan Rusia di kawasan samudera Arktik sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Laporan Pentagon tentang Arktik pada tahun lalu menjelaskan, Rusia secara bertahap memperkuat kehadirannya dengan membuat unit-unit Arktik baru, memperbaiki lapangan terbang dan infrastruktur lama di Arktik, dan membangun pangkalan militer baru di sepanjang garis pantai Arktik,” ujar Pentagon dalam laporannya sebagaimana dikutip dari CNN, 4 Mei 2020.

Pentagon juga menyinggung tentang ada upaya bersama untuk membangun jaringan sistem pertahanan udara dan rudal pantai, radar peringatan dini, pusat penyelamatan, dan berbagai jenis sensor. Sejumlah pejabat Amerika juga mengungkapkan Rusia meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa peristiwa yang memicu ketegangan dalam beberapa pekan terakhir terjadi di sekitar laut Barents dan Samudera Arktik. Akhir April lalu, pesawat jet Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO mencegat pesawat militer Rusia di kawasan ini sebanyak dua kali. Selasa lalu, menurut laporan NATO, pesawat Peringatan Dini Udara Rusia serta dua pesawat pengebom jarak jauh Tu-22 Rusia dengan pengawalan mendekati wilayah udara NATO di lepas pantai Norwegia dan dicegat oleh jet tempur Norwegia.

Hari berikutnya, pesawat tempur Norwegia F-16 dan F-35 kembali mencegat pesawat Rusia yang kali ini berupa dua pesawat patroli maritim, setelah pesawat-pesawat ini mendekati wilayah udara NATO dekat ke Norwegia. Angkatan Udara Kerajaan Inggris meluncurkan pesawat tempur Typhoon untuk mengawal pesawat-pesawat Rusia yang terlacak terbang dari selatan ke arah Laut Utara.

Pada 9 Januari lalu, kapal perang Rusia mendadak mengejar dan mendekati kapal perusak Angkatan Laut AS saat beroperasi di perairan Laut Arab Utara. Kapal perang Rusia mengabaikan peringatan dari kapal AS, USS Farragut yang memuntahkan 5 tembakan peringatan internasional mengenai bahaya tabrakan. Jarak kedua kapal saat itu mendekati 180 kaki atau 54,8 meter hingga berisiko bertabrakan.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Dunia

“Vigilant Ace”: Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pyongyang, Teritorial.com – Senin (4/12/2017) akan menjadi hari pertama untuk latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) – Korea Selatan dengan melibatkan
Dunia

Respon “Abu-abu” AS terhadap Inisiasi Indonesia dalam Kerja Sama Intelijen “Our Eyes”

Jakarta, Teritorial.com – Segala bentuk kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme tidak akan dapat dilakukan secara optimal apabila tidak