Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
China Tetap Klaim Perairan Natuna, Pemerintah Diminta Tegas dan Batasi Impor - Teritorial.Com
Ekonomi

China Tetap Klaim Perairan Natuna, Pemerintah Diminta Tegas dan Batasi Impor

Jakarta, Teritorial.Com – Pemerintah diminta tegas menekan China jika mereka masih mengklaim Perairan Natuna di Kepulauan Riau. Pemerintah Indonesia harus melakukan aksi diplomatik yang lebih keras, bahkan di bidang Ekonomi jika China masih mengabaikan nota protes atas Laut Natuna.

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, tekanan bisa dilakukan dengan mengevaluasi perjanjian-perjanjian bilateral termasuk menolak latihan militer bersama dan pengetatan atau pengurangan volume impor produk China yang selama ini cukup tinggi. “Indonesia tidak perlu takut, karena investasi mereka pun masih jauh dari yang dijanjikan,” ujarnya seperti dikutip Bisnis.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2019 tercatat China masih menjadi negara asal impor terbesar bagi Indonesia dengan peran sebesar 29,08 persen atau US$67,2 miliar (Januari-Juli 2019). Total nilai impor nonmigas dari tiga belas negara selama Juli 2019 sebesar US$11,06 miliar atau naik US$3,14 miliar (39,66%) dibandingkan dengan Juni 2019.

Sementara itu, 13 negara utama memberikan peranan 79,02 persen (US$67,2 miliar) terhadap impor Indonesia. Adapun Cina masih menjadi negara asal impor terbesar dengan peran 29,08 persen atau senilai US$24,73 miliar.

China sebenarnya merupakan salah satu negara yang menandatangani perjanjian dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hukum laut (The United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS). UNCLOS mengatur tiga batas maritim di antaranya laut teritorial, landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif (ZEE).

ZEE dikategorikan sebagai kawasan yang berjarak 200 mil dari pulau terluar. Di kawasan ZEE ini, Indonesia berhak untuk memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang ada, termasuk Natuna.

Redaksi Teritorial

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait