Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Ini Sektor-Sektor Industri yang Terkena Revisi DNI - Teritorial.Com
Ekonomi

Ini Sektor-Sektor Industri yang Terkena Revisi DNI

Jakarta, Teritorial.Com – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution resmi mengeluarkan kebijakan relaksasi DNI (daftar negatif inveatasi) sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi ke-16 yang dirilis beberapa waktu lalu.

Salah satu tujuan relaksasi ini adalah membuka kesempatan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan asing masuk dalam sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi agar bisa masuk ke segala bidang usaha.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan secara rinci ada beberapa sektor perindustrian yang mengalami revisi DNI. Sektor yang dibuka untuk investasi adalah industri printing dan rajut.

“Kemudian ada industri yang kami keluarkan dari kemitraan menjadi terbuka seperti kecap, susu kental, minyak, paku, mur, dan baut,” terangnya.

Airlangga juga menjelaskan ada sejumlah bidang usaha dengan syarat tertentu seperti karet dengan jaminan suplai yang dijamin.

Sementara seperti industri rokok kretek dan rokok putih kami lepaskan karena ada kewajiban bangun industri, untuk soft skill seperti batik dan buah-buahan kami serahkan ke UMKM” imbuhnya.

Terakhir, Airlangga mengatakan UMKM bidang rumput laut kini telah dibuka untuk investasi dan kemitraan.

“Yang baru kami berikan UMKM adalah industri rumput laut, silakan investor masuk, tinggal perjelas skema kemitraan, bisa kontrak, suplai, yang penting tidak mengikat,” ujar Airlangga Hartarto.

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait