Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Pabrik Pengembangan Teknologi Drone Pertama di ASEAN Berlokasi di Jawa Barat - Teritorial.Com
Ekonomi

Pabrik Pengembangan Teknologi Drone Pertama di ASEAN Berlokasi di Jawa Barat

 JAKARTA, Teritorial.com – Presiden Direktur PT Famindo Inovasi Teknologi Julius Agus Salim meresmikan pabrik pengembangan teknologi drone pertama di Asia Tenggara yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis, (03/10).

Salim mencatat dalam sebuah pernyataan yang diterima Teritorial.com, Jumat, (04/10) bahwa beberapa orang Indonesia memiliki kemampuan luar biasa, sehingga memotivasi diri mereka untuk memajukan pekerjaan anak-anak bangsa, terutama dalam pengembangan dan produksi drone yang ramah lingkungan.

“Sejauh ini, kita telah mengimpor lebih banyak drone dari beberapa negara seperti China dan Eropa, tetapi kami dapat memproduksinya sendiri, yang telah memotivasi saya untuk mendirikan pabrik drone,” katanya.

Lebih lanjut Salim menunjukkan bahwa perkembangan teknologi drone di Indonesia masih tertinggal karena kurangnya dukungan teknologi dan pendidikan penggunaan drone oleh produsen dan pengembang, sehingga produksi drone di Indonesia masih rendah, dan orang-orang lebih suka menggunakan drone yang diproduksi asing.

“Sekitar 80 persen dari bahan baku yang digunakan untuk membuat drone diproduksi di dalam negeri,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Famindo Group adalah perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan TNI AD, Kepolisian, Badan SAR Nasional, dan Badan Intelijen Negara (BIN)..

Lebih jauh lagi, drone oleh perusahaan diproduksi di pabrik yang ramah lingkungan dan didukung oleh teknologi dan standar terakreditasi, baik secara nasional maupun internasional.

“Setiap produk yang diproduksi melewati tiga tahap dinamis desain, perakitan, dan pengujian yang semuanya memprioritaskan perincian dan kesempurnaan setiap sirkuit pada sistem UAV atau pesawat tak berawak,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan telah mendirikan sekolah drone untuk memenuhi kebutuhan pilot drone potensial di Indonesia, baik untuk sektor keamanan negara dan untuk kebutuhan sipil.

Ini telah memberikan kelas dasar, yang mencakup materi tentang cara mengendalikan pesawat tanpa awak bersama dengan aspek keselamatan. Kelas kapten mencakup semua materi keselamatan tentang penggunaan drone, kontrol drone manual, dan pengenalan sistem kontrol tanah untuk mengendalikan drone, sementara kelas instruktur diadakan untuk memenuhi kebutuhan pelatihan pilot drone yang ingin menjadi pelatih.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait