Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Proyeksi Ekonomi Indonesia Dibandingkan Negara ASEAN dan G20 - Teritorial.Com
Ekonomi

Proyeksi Ekonomi Indonesia Dibandingkan Negara ASEAN dan G20

Jakarta, Teritorial.com – Di tengah pelemahan ekonomi global, ekonomi Indonesia pada 2023 diproyeksikan tumbuh 5%. Proyeksi ini masih lebih baik dibandingkan negara-negara ASEAN dan G20.

Posisi teratas ditempati India yang diproyeksikan tumbuh 6,3%, disusul Filipina 5,3%, Indonesia 5,0%, Tiongkok 5,0%, Turki 4,0%, Malaysia 4,0%, Mexico 3,2%, Brazil 3,1% dan Thailand 2,7%.

Kemudian Spanyol 2,5%, Rusia 2,2%, Amerika Serikat 2,1%, Jepang 2,0%, Australia 1,8%, Korea 1,4%, Kanada 1,3%, Perancis 1,0%, Afrika Selatan 0,9%, Saudi Arabia 0,8% dan Italia 0,7%. Sementara itu wilayah Euro 0,7%, Inggris 0,5%, Jerman -0,5% dan Argentina -2,5%.

“Indonesia diperkirakan masih bisa tumbuh 5,0%, ini termasuk yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain di ASEAN maupun di G20,” beber Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA edisi November 2023 secara daring, Jumat (24/11/2023).

Sri Mulyani menyampaikan, dari faktor nonekonomi, tensi geopolitik dan perubahan iklim (climate change) menjadi faktor yang mewarnai pelemahan ekonomi di berbagai belahan dunia.

“Geopolitik sekarang ini menjadi dominan. Tidak hanya perang di Ukraina, tetapi juga di Timur Tengah yang berpotensi menimbulkan distrupsi maupun dampak yang lain,” kata Sri Mulyani.

Pada 2024, ekonomi global diproyeksikan hanya tumbuh 2,9%. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan outlook tahun ini yang diperkirakan sebesar 3,0%. Secara global, perekonomian dunia masih diliputi berbagai kejadian yang mempengaruhi dinamika. Selama September-Oktober, volatilitas sektor keuangan terutama dari negara-negara maju masih sangat tinggi, salah satunya kenaikan yield US Treasury 10 tahun di atas 5%.

“Kenaikan US Treasury tenor 10 tahun ini adalah pertama kalinya sejak 2007 dan ini yang menyebabkan terjadinya capital outflow di beberapa negara,” ungkap Sri Mulyani.

Di sisi lain, Tiongkok juga masih menunjukkan pelemahan karena menyangkut faktor struktural, antara lain penurunan penduduk usia produktif,, masalah sektor properti dan pinjaman pemerintah daerah yang menyebabkan beban yang cukup tinggi, sehingga pemulihan ekonomi Tiongkok tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sedangkan Eropa masih di dalam situasi yang terdampak perang Rusia-Ukraina maupun inflasi yang tinggi ditambah kenaikan suku bunga yang tinggi.

Olivia Astari

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait