Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Tertekan Harga Minyak, Rupiah Melemah Pada Level Rp. 14.128 per Dolar AS - Teritorial.Com
Ekonomi

Tertekan Harga Minyak, Rupiah Melemah Pada Level Rp. 14.128 per Dolar AS

Jakarta, Teritorial.Com – Nilai tukar rupiah melemah dan menembus kisaran Rp. 14.128 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (25/4/2019). Rupiah tercatat melemah 0,16 persen dibandingkan penutupan Rabu (24/4) yakni Rp. 14.105 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yahsyi menjelaskan tertekannya nilai tukar rupiah saat ini disebabkan oleh harga minyak yang melonjak pasca AS meminta delapan negara pengimpor minyak dari Iran untuk menyetop aktivitas beli. Jika tidak, AS akan memberikan sanksi kepada kedelapan negara tersebut.

Atas himbauan AS itu,  harga minyak diprediksi akan naik lantaran persediaan minyak dunia mengetat. Kenaikan harga tentunya akan memberikan kerugian kepada Indonesia lantaran posisi Indonesia sebagai negara importir minyak. Naiknya harga minyak akan memberatkan nilai impor, memperlebar neraca transkasi berjalan, dan pada akhirnya akan menggerus cadangan devisa Indonesia.

Lebih lanjut Dini menjelaskan pelaku pasar sangat sensitif dengan potensi devisa lantaran devisa adalah instrumen utama Bank Indonesia (BI) dalam melakukan intervensi di pasar valuta asing.

“Seperti biasa, kondisi cadangan devisa selalu sensitif terhadap sentimen pasar. Jadi ada kekhawatiran defisit cadangan devisa bisa menekan kurs rupiah terhadap dolar AS,” ujar Dini seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (25/4).

Pelaku pasar juga masih mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang akan berlangsung hari ini. BI diprediksi masih menahan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR), sehingga kalau pun rupiah melemah, pelemahannya bersifat terbatas.

“Sehingga untuk hari ini rupiah akan ada di rentang Rp14.035 per dolar AS hingga Rp14.140 per dolar AS,” tandasnya.

Selain Rupiah, mata uang utama Asia lainnya juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan juga melemah sebesar 0,61 persen, peso Filipina melemah 0,25 persen, ringgit Malaysia melemah 0,19 persen, dan dolar Singapura melemah 0,02 persen.

Redaksi Teritorial

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait