Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Utang BUMN Sentuh Angka 5.271 triliun, Pemerintah Klaim Masih Aman - Teritorial.Com
Ekonomi

Utang BUMN Sentuh Angka 5.271 triliun, Pemerintah Klaim Masih Aman

Jakarta, Teritorial.Com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut kondisi utang yang BUMN lebih aman dibandingkan rata-rata industri di sektor yang sama. Hal itu dilihat dari Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio yang membandingkan jumlah utang terhadap ekuitas.

Diketahui, jumlah utang BUMN hingga September 2018 mencapai Rp 5.271 triliun. Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro membandingkan utang BUMN di 5 sektor industri, yaitu transportasi, properti dan konstruksi, energi, telekomunikasi, serta perbankan.

“DER yang kita bandingkan terhadap 5 sektor industri. Data ini kami peroleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain perbandingan DER BUMN, sekaligus kami bandingkan dengan industrinya,” kata Aloy dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Misalnya di sektor transportasi, rasio utang terhadap ekuitas BUMN adalah 1,59%, sementara industri adalah 1,96%. Sektor energi, untuk BUMN adalah 0,71%, sementara industri adalah 1,12% Sektor telekomunikasi, untuk BUMN adalah 0,77%, sementara industri 1,29%.

“Telekomunikasi, DER-nya Telkom 0,77%, dibandingkan industri telekomunikasi 1,29%. Industri telekomunikasi maksud kami perusahaan sejenis Telkom di BEI,” jelasnya.

Namun, DER BUMN bank lebih tinggi yaitu 6%, sedangkan industri 5,66%. Kemudian BUMN properti dan konstruksi 2,99%, sedangkan industri 1,03%.

Menurut Aloy, rasio utang terhadap ekuitas BUMN properti dan konstruksi terbilang tinggi karena digenjotnya pembangunan infrastruktur.

“Berikutnya properti dan konstruksi mengindikasikan besaran gimana ekspansi infrastruktur,” paparnya.

Namun secara umum, Aloy memastikan utang dalam kondisi aman.

“Dapat disimpulkan relatif menunjukkan kesanggupan membayar utang jangka panjang dan pendek serta dapat dikatakan aman,” tambahnya.

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Ekonomi

Kisah Si Radja Cendol di Sequis Talk

Jakarta, Teritorial.com –  Berawal dari sebuah gerobak cendol sederhana terbuat dari kayu, Danu Sofwan mengawali bisnisnya dengan berjualan cendol yang
Ekonomi

Lonjakan Harga Tinggi, Bitcoin Dilarang BI

 Jakarta,  Teritorial.com – Memasuki era dimana hampir semuanya dapat  didigitalisasikan, Bitcoin menjadi salah satunya fenomena yang sedang marak diperbincangkan, terkait