Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Kapal Perang TNI AL Usir Kapal China dari Perairan Natuna - Teritorial.Com
Hankam

Kapal Perang TNI AL Usir Kapal China dari Perairan Natuna

Kepulauan Riau, Teritorial.Com – Kapal Perang TNI Angkatan laut KRI Tjiptadi-381 mengusir kapal Coast Guard Tiongkok di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau , Senin (30/12). Kapal penjaga pantai yang diusir itu dilaporkan tengah mengawal kapal ikan China yang beroperasi di wilayah Natuna.

KRI Tjiptadi-381 mendeteksi kapal lain di radar dengan posisi 05 14 14 U 109 22 44 T saat melaksanakan patroli sektor di perbatasan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Laut Natuna Utara.

TNI AL mengidentifikasi kapal bernomor lambung 4301 merupakan kapal China yang mengawal aktivitas perikanan
di negeri bambu itu. Kapal itu lantas diusir oleh TNI AL karena berupa menangkap ikan secara ilegal.

“Ini mencegah kegiatan pencurian ikan karena posisinya di perairan ZEE Indonesia,” kata Kepala dinas Penerangan Koarmada I, Letkol Laut Fajar Tri Rohadi, Kamis (2/1)

Fajar menjelaskan Koarmada I terus melaksanakan tugas pokok dan berpegang pada prosedur yang ada untuk menjaga kedaulatan wilayah dan menjaga stabilitas wilayah perbatasan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menunggu respons pemerintah China atas insiden tersebut. Mahfud mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri telah mengirim nota diplomatik protes ke China atas insiden tersebut.

Selain itu, Kemenlu juga dilaporkan telah memanggil Duta Besar China untuk RI Xiao Qian dan menyampaikan protes keras pemerintah Indonesia.

Yuli Ari Sulistyani

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima