Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Kapuspen TNI Bantah Pengamanan Kejagung Diperketat - Teritorial.Com
Hankam

Kapuspen TNI Bantah Pengamanan Kejagung Diperketat

Jakarta, Teritorial.com – Kepala Pusat Penerangan Markas Besar (Kapuspen) TNI Mayjen Nugraha Gumilar merespons anggapan adanya pengetatan pengamanan di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk adanya penambahan personel TNI yang turut berjaga, khususnya dari polisi militer TNI.

Bentuk pengamanan yang dilakukan oleh TNI di Kejagung saat ini, menurut Nugraha, masih berdasar pada kesepakatan kedua Lembaga, yakni mengacu pada MoU Nomor 4 Tahun 2023 dan Nomor NK/6/IV/2023/TNI bertanggal 6 April 2023.

“Ruang lingkup MoU tersebut pada pasal 7 di antaranya adalah penugasan prajurit TNI di lingkungan Kejaksaan, seperti Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil) dan dukungan bantuan personel TNI dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan,” ujarnya kepada awak media pada Minggu (26/5/2024).

Nugraha menegaskan bantuan pengamanan yang ada di Kejagung saat ini sudah dilaksanakan sejak lama. Bahkan, sebelum adanya dugaan penguntitan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah oleh terduga personel kepolisian dari satuan Densus 88.

Adanya penerjunan personel TNI dalam pengamanan juga disebutnya sebagai bentuk bantuan penegakan hukum, salah satunya dalam operasional penegakan hukum oleh jampidmil yang saat ini dijabat Mayjen TNI Wahyoedho Indrajit.

“Pengamanan polisi militer TNI tidak ada kaitannya dengan kasus yang ramai dibicarakan. Pelaksanaan pengamanan yang dilakukan normal seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa,” kata Nugraha.

Sebelumnya, beredar kabar Febrie dikuntit anggota Densus 88 Polri. Peristiwa terjadi saat Febrie sedang menikmati makan malam di sebuah restoran di Cipete, Jakarta Selatan. Salah seorang anggota Densus 88 tertangkap basah sedang mengawasi makan malam jampidsus.

Febrie memang belakangan ini diawasi oleh polisi militer TNI atas instruksi karena jampidsus sedang menyelidiki kasus korupsi yang besar. Febrie tengah menangani kasus korupsi IUP PT Timah senilai Rp 271 triliun.

Olivia Astari

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima