Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Sambil Asah Naluri Tempur, TNI AL Lakukan Vaksinasi Masyarakat Maritim Muara Gembong - Teritorial.Com
Hankam

Sambil Asah Naluri Tempur, TNI AL Lakukan Vaksinasi Masyarakat Maritim Muara Gembong

JAKARTA, Teritirial.com – Sambil mengasah naluri tempur, TNI AL melaksanakan operasi kemanusiaan “Serbuan Vaksinasi Maritim”, demikian diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M. saat meninjau lokasi vaksinasi di wilayah Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Kamis (22/7). Wakasal beserta rombongan berangkat dari Jakarta dengan mengerahkan 37 Alutsista TNI AL diantaranya 2 KRI (KRI Teluk Handing dan KRI Teluk Manado), 2 Kapal Angkatan Laut (KAL), 25 sekoci karet dan Sea Reader.

Pelaksana vaksinasi kali ini adalah Korps Marinir TNI AL di bawah pimpinan Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Hermanto bekerja sama dengan TNI AD dan Kepolisian serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dengan sasaran nelayan-nelayan dan pekerja pelabuhan di wilayah Muara Gembong serta masyarakat di 6 desa yakni Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Sederhana, Desa Pantai Bakti, Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Harapan Jaya, dan Desa Bakti Jaya.

Menurut Wakasal, selain melaksanakan vaksinasi, TNI AL juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat. “Hari ini kita menyiapkan 1200 paket vaksin, setelah divaksin masyarakat akan mendapat sembako, mudah-mudahan dapat dinikmati, diharapkan prosentase masyarakat yang divaksin meningkat lebih banyak,” ujarnya.

Kepada awak media Wakasal menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan TNI AL yang dimulai sejak tanggal 23 Juni 2021 dimana KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memerintahkan seluruh Satker TNI AL untuk membantu program pemerintah mempercepat program vaksinasi ini dengan judul “Serbuan Vaksin Masyarakat Maritim”. Hingga saat ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Angkatan Laut sudah tervaksin melalui serbuan maritim sekitar 300 ribu orang.

Lebih jauh Laksdya Heri mengatakan sasaran awal vaksinasi oleh TNI AL adalah masyarakat maritim di pelabuhan-pelabuhan dan wilayah pesisir namun perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P agar memberikan perbantuan juga ke daerah-daerah yang prosentase vaksinnya masih rendah.

Selain itu Wakasal mengajak media untuk bersinergi mengkampanyekan 6M yaitu dengan menjaga jarak memakai masker mencuci tangan, menghindari kerumunan mengurangi mobilitas, menjaga pola makan dan istirahat. “Ini harus kita gembar-gemborkan, kita kampanyekan kepada masyarakat, bahwa inilah yang harus kita kerjakan, semoga pandemic covid ini segera berlalu dari negeri yang kita cintai bersama ini,” pungkasnya.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Hankam

Kapolri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Kepolisian

Jakarta,Teritorial.com- Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi
Hankam

Menhan akan segera laporkan permintaan maaf AS kepada presiden

Jakarta territorial.com-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan segera melaporkan permintaan maaf Menhan Amerika Serikat (AS), James Mattis, terkait insiden ditolaknya Panglima