Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Selamat Jalan Bang Herman Onesimus Lantang, Sang Legenda itu Pulang - Teritorial.Com
Healing

Selamat Jalan Bang Herman Onesimus Lantang, Sang Legenda itu Pulang

JAKARTA, Teritorial.com – Pagi membuka media sosial, kabar mengejutkan atas kepergian pioneer dan senior legenda dalam pendakian dari Mapala UI. Selamat jalan senior Bang Herman Lantang damailah jiwamu di sana. Jasamu akan abadi dalam sejarah para pencinta alam.

Beliau telah pulang pada hari ini, Senin 22 Maret 2021 pukul 03.00 pagi di RSUD Tanggerang Selatan.

Sempat mengenalnya sesaat, jiwanya tetap berkobar dalam acara peringatan 50 tahun kepergian sahabatnya Soe Hok Gie di Tumpang Malang, walau raga dimakan usia. Gemuruh semangat dalam hati itu sangat terlihat dengan jelas.

Salut untuk para senior-senior pendakian atas semangat dan kecintaannya pada alam meski usianya sudah sekitar 80 tahun saat itu, tidak menjadi penghalang untuk turut hadir dengan menempuh ratusan kilometer.

Suasana yang mengharu biru, mengingat panjangnya perjalanan dalam membangun pencinta alam Indonesia dengan ketekunan dan solidnya persahabatan.

Saat pertama berjumpa, karakter yang saya tangkap adalah sosok yang keras, tapi di saat yang berbeda beliau adalah humoris dengan hati yang penuh cinta, jiwanya sangat lembut. Salut pada ibu Joice, istri yang selalu mendampingi dengan cinta kasihnya yang luar biasa.

Semoga apa yang pernah ditanam beliau menjadi pohon-pohon kuat dan kokoh untuk para pecinta alam generasi mendatang, memegang teguh kode etik yang telah dibuat, dan melaksanakan dengan kesungguhan, menjunjung tinggi martabat sebagai penggiat alam yang akan menjaga keharmonisan alam semesta.

Kalau Harimau mati meninggalkan belang dan gajah mati meninggalkan gading, manusia mati tinggalkanlah jejak kebaikan.

Selamat jalan, damailah jiwa-jiwa yang telah terlepas, berpetualanglah dalam keabadian.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Healing

Dikukuhkan Sebagai ‘Ibu Raksa Tri Anggana Tantri’, Ini Pesan Istri Panglima

Jakarta, Teritorial.Com – Istri Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini dikukuhkan sebagai “Ibu
Healing

Khotbah di Istiqlal, Aa Gym Bicara Soal Orang ‘Jatuh’ karena Lisan

Jakarta, Teritorial.com – Abdullah Gymnastiar memberikan khotbah bertema ‘Meraih Kemenangan Pribadi Menuju Kemenangan Umat’ saat salat Idul Fitri 2018 di