Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Uskup Jakarta Sebut Mempertahankan Pancasila Sebagai Watak Bangsa Adalah Keutamaan - Teritorial.Com
Healing

Uskup Jakarta Sebut Mempertahankan Pancasila Sebagai Watak Bangsa Adalah Keutamaan

Jakarta, Teritorial.Com – Uskup Agung Jakarta Monsinyur Ignatius Suharyo mengatakan Pancasila harus menjadi watak bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. “Nilai-nilai dari sila pertama sampai sila kelima diharapkan jadi watak setiap negara Indonesia. Kalau itu berjalan, proses ini berjalan, saya yakin bangsa ini akan sungguh-sungguh mampu sampai kepada cita-cita kemerdekaan. Tapi kalau energinya itu dihabis-habiskan untuk berkelahi untuk bertikai, kita sungguh khawatir ini akan sampai ke mana ini perjalanan bangsa kita,” kata dia di Jakarta, Kamis (17/10).

Dilansir dari Kantor Berita Antara Uskup Agung mengatakan hal tersebut dalam kuliah kebangsaan “Kita Bersatu Membangun Indonesia: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya.” Dia mengatakan jika Pancasila benar-benar dihayati maka akan membentuk watak, yakni watak berketuhanan, berprikemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

Untuk penguatan nilai Pancasila, kata Suharyo yang belum lama ini ditahbiskan sebagai kardinal Indonesia oleh Tahta Suci Vatikan, hal yang paling penting adalah kesadaran moral untuk menghayati dan menjelmakannya ke dalam pemikiran dan bertindak. “Suatu bangsa, suatu negara itu tidak selesai dibangun pada waktu diproklamasikan, tetapi selalu merupakan suatu proses yang terus menerus harus dirawat dan dikembangkan. Tantangan-tanganan harus dihadapi,” tuturnya.

Kalau setiap warga negara Indonesia mempunyai watak Pancasila, ujar dia, maka mereka bisa mempunyai peran yang penting dalam merawat kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila tersebut harus dihidupi dan dijadikan modal pembentukan keteladanan yang dapat menularkan nilai positif kepada masyarakat. “Karena teladan itu abadi, kalau hanya ceramah itu bisa mudah dilupakan, tapi kalau melihat seorang pemerintah atau tokoh nasional yang hidupnya sungguh-sungguh demi bangsa dan Tanah Air, saya yakin itu akan menjadi motivasi yang sangat besar bagi seluruh warga negara untuk ikut mendukung dalam usaha perjuangan ini,” ujarnya.

Ignatius Suharyo mengharapkan tidak ada pertikaian antarwarga negara Indonesia. Seluruh masyarakat Indonesia mesti sadar bahwa membuang-buang energi untuk bertikai tidak akan berguna untuk bangsa, justru akan mengganggu ketertiban dan keamanan. “Alangkah indahnya kalau segala macam kemampuan disatukan untuk meraih cita-cita bersama yang paling jelas cita bersama dirumuskan dalam sila kelima,” ujar dia.

Setiap warga saling mendukung semangat kebangsaan, meninggalkan kepentingan sendiri dan membangun satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa pemersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Peristiwa sejarah kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda, proklamasi kemerdekaan sungguh-sungguh dihayati sebagai karya Allah yang dilaksanakan lewat para pemimpin, para pendiri bangsa kita. Itu sejarah yang tidak boleh dilupakan, bahwa sejarah bangsa Indonesia sekarang melalui tahap sangat menentukan itu harus dipegang, tidak diutak-atik,” tutur Monsinyur Suharyo.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Healing

Dikukuhkan Sebagai ‘Ibu Raksa Tri Anggana Tantri’, Ini Pesan Istri Panglima

Jakarta, Teritorial.Com – Istri Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini dikukuhkan sebagai “Ibu
Healing

Khotbah di Istiqlal, Aa Gym Bicara Soal Orang ‘Jatuh’ karena Lisan

Jakarta, Teritorial.com – Abdullah Gymnastiar memberikan khotbah bertema ‘Meraih Kemenangan Pribadi Menuju Kemenangan Umat’ saat salat Idul Fitri 2018 di