Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Dua Kendaraan TNI Alami Kerusakan Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut - Teritorial.Com
Nasional

Dua Kendaraan TNI Alami Kerusakan Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut

JAKARTA, Teritorial.com – Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian TNI (PMPP), Mayjen TNI Victor H Simatupang, memastikan pasukan Garuda Indonesia yang bergabung dengan Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dalam kondisi aman dari ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon, kemarin.

“Kondisi satgas dalam keadaan aman,” ujar Victor, saat dihubungi, Rabu, (5/8/2020).

Victor mengungkapkan saat ledakan KRI Hasanuddin yang tergabung dalam Maritim Task Force (MTF) UNFIL di bawah bendera PBB sedang tidak bersandar di pelabuhan Lebanon. Namun ia mendapat laporan sementara dua kendaraan milik TNI yang bertugas mengalami kerusakan akibat ledakan.

“KRI Hasanuddin sedang sandar di Mersin, Turki. Hanya kemungkinan untuk kerugian, dua unit kendaraan operasional yang sedang diparkirkan di Pelabuhan Beirut,” ungkapnya.

Saat ini ada 1,234 personel TNI yang bertugas di Lebanon. Mereka tergabung dalan Kontingen Garuda (Konga) XXIII-N/United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).

Sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon. Sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan dalam gudang pelabuhan diduga menjadi sumber ledakan dahsyat yang terjadi, Selasa, 4 Agustus 2020.

Pemerintah Lebanon saat ini sedang menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Dalam peristiwa ini, sedikitnya 78 orang dikabarkan meninggal dunia dan ribuan orang lainnya mengalami luka. Satu Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan mengalami luka dan saat ini dalam kondisi stabil.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS