Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
JK, Sumber Kekacauan di Negeri Ini karena Ulah Buzzer - Teritorial.Com
Nasional

JK, Sumber Kekacauan di Negeri Ini karena Ulah Buzzer

JAKARTA, Teritorial.com – Mantan wakil Presiden RI dua periode (2004-2009 dan 2014-2019), Jusuf Kalla (JK) mengatakan, sumber kekacauan di negeri ini akibat ulah para buzzer.

Menurutnya, buzzer itu sengaja dihadirkan untuk mendapatk uang dalam kampanye pemilu untuk menyampaikan hal yang positif terhapat kandidat tertentu.

Jadi tolonglah siapa itu yang bisa memperbaiki. Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu.

Mereka juga dipersiapkan untuk mengkritisi kekurangan para lawannya.

“Buzzer itu mulai pada setiap kampanye. Tapi itu biasa saja, bagaimana memuji pasangan calon yang didukungnya atau mencela lawannya,” kata JK yang dikutib dari detikcom Jumat 26 Februari 2021.

Menurut JK, harusnya para buzzer ini berhenti setelah kandidat yang didukungnya terpilih. tapi yang terjadi justru terus dipelihara dan mereka terus dibayar untuk membuli para pengkritik.

“Jadi tolonglah siapa itu yang bisa memperbaiki. Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu. Seharusnya sudah lah, tidak perlu lagi ada pencitraan yang macam-macam. Tidak perlu lagi merusak nama orang, biar demokrasi berjalan dengan baik,”tegas JK.

Menurut JK, media masa punya andil besar memelihara para buzzer-buzzer ini karena mereka memberi ruang terhadap buzzer.

“Anda para media juga ikut bertanggung jawab itu,”ujarnya.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS