Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
KSP Tegaskan Jokowi Tidak Bisa Diintervensi - Teritorial.Com
Nasional

KSP Tegaskan Jokowi Tidak Bisa Diintervensi

Lombok,  Teritorial.com –Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengklarifikasi pertemuan antara Presiden RI Jokowi (Jokowi) dan tokoh Persaudaraan Alumni 212.

Dalam jumpa pers yang digelar kemarin, Tim 11 Ulama Alumni 212 menyatakan dalam pertemuan mereka dengan Jokowi membahas soal kriminalisasi ulama, salah satunya terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab

Menanggapi itu, Moeldoko menegaskan dalam konteks hukum, Presiden Jokowi tidak bisa intervensi. Tapi dalam konteks kemanusiaan mungkin ada pertimbangan lain.

“Sekali lagi harus bisa dibedakan konteksnya. Mungkin ada pertimbangan kemanusiaan. Pertimbangannya seperti apa bisa diajukan, Presiden yang membuat keputusan,” kata Moeldoko usai membuka diskusi publik pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, Mataram, NTB, seperti dikutip dari Antara, Jumat,(27/4/2018).

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan dengan Alumni 212 merupakan bukti bahwa Jokowi selaku presiden memberi kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk menjalin komunikasi yang baik. “Presiden kan pemimpin negara. Berilah kesempatan bahwa semua itu bagian dari anak-anak bangsa,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu pun tak setuju bahwa dalam konteks politik orang yang berbeda pandangan dikatakan sebagai lawan. Dalam kontestasi politik, kata Moeldoko, yang dipikirkan adalah mitra demokrasi, bukan lawan tanding.

Jokowi, lanjut dia, juga memandang semuanya sebagai mitra demokrasi. Atas dasar itu, sambung Moeldoko, maka seluruh komponen bangsa harus ditempatkan pada posisi seimbang. “Bahwasanya politik itu dinamis, makanya kita mencari keseimbangan baru,” ucapnya pula.

Hal itu pula, sambung Moeldoko, dilakukan dengan harapan dalam pengelolaan negara tak diributkan gonjang-ganjing, serta tercipta ketenangan agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Tujuan akhirnya, tegas dia, agar pemerintah bisa menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. “Tapi kalau negara gonjang-ganjing terus, tentu akan mengganggu konsentrasi Presiden, yang pada akhirnya sasaran-sasaran itu menjadi tidak bisa berjalan efisien dan efektif,” kata Moeldoko. (ROS)

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS