Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Peserta Aksi Bela Tauhid Geruduk Kantor Wiranto Selepas Jumatan - Teritorial.Com
Nasional

Peserta Aksi Bela Tauhid Geruduk Kantor Wiranto Selepas Jumatan

Jakarta, Teritroial.com – Barisan Nusantara Pembela Tauhid (BNPT) dan Komando Laskar Islam (KLI) serta elemen lain menggelar Aksi Bela Tauhid pada Jumat besok (26/10). Massa aksi berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) di Jakarta.

Jurubicara Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif menjelaskan, aksi tersebut mereka lakukan demi menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Garut, Jawa Barat.

“Ini bentuk jihad umat Islam, reaksi yang kembali agamanya dinodai, dinistakan. Bahkan sampai membakar kalimat suci. Ini semangat yang luar biasa,” katanya dalam diskusi bertajuk “Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam?” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.

Slamet yang juga Ketua Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 itu menjelaskan, usai menunaikan salat Jumat, tepatnya pukul 13.00 WIB, peserta aksi berkumpul di Patung Kuda, kawasan Monas Jakarta.

Dari sana, mereka akan melakukan long marc menuju kantor Kemenko Polhukam.

Dijelaskan, demo lakukan di depan kantor Wiranto karena kementerian itu membawahi berbagai lembaga hukum, termasuk kepolisian yang menangani kasus pembakaran tersebut.

Kemenko Polhukam harusnya bisa memerintahkan Mabes Polri untuk segera menuntaskan kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

“Polisi itu di bawahnya Bapak Wiranto,” demikian Slamet

Rosito Elviana

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS