Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Gedungnya Diubah Jadi Nama Istana Tikus, DPR Pastikan Perbaiki Kinerja - Teritorial.Com
Parlemen

Gedungnya Diubah Jadi Nama Istana Tikus, DPR Pastikan Perbaiki Kinerja

Jakarta, Teritorial.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno merespons perihal penyebutan Gedung DPR RI pada aplikasi pencarian lokasi yakni Google Maps. Sebab, yang seharusnya nama gedung tempat berkumpulnya para wakil rakyat terpilih dari berbagai partai politik itu adalah Gedung DPR RI atau Gedung MPR/DPR/DPD RI.

Namun, sejumlah titik di Gedung DPR/MPR itu diubah penyebutannya menjadi Tempat Dajjal Turun, Gedung Penipu Rakyat, DPR Mata Duitan, Budidaya Koruptor, Peternakkan Tikus, Jasa Jual Pulau, hingga Istana Tikus.

Eddy Soeparno yang juga menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) itu memastikan akan memperbaiki kinerja parlemen. Tak dipungkiri, berdasarkan hasil survei, DPR RI mengalami kemerosotan terhadap kepercayaan publik.

“Perihal nama gedung DPR di Google Maps diubah dengan kata yang berkonotasi negatif, saya memilih untuk terus memperbaiki kinerja agar kepercayaan rakyat terhadap DPR perlahan meningkat,” kata Eddy dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, Rabu (5/7).

Elite PAN itu mengimbau rekannya di DPR tidak marah dengan respons publik tersebut. Menurutnya, DPR harus segera memperbaiki kinerjanya agar kembali meraih kepercayaan publik.

“Tidak perlu marah, mari fokus berbenah,” tegas Eddy.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia DPR hanya meraih kepercayaan publik 68,5 persen. Sementara partai politik 65,3 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menjelaskan, kepercayaan publik pada angka 60 persen itu belum cukup baik. Karena itu, untuk bisa dikatakan aman, parpol dan DPR harus bisa meningkatkannya hingga di angka 70 persen.

“Kalau 60-an, di kampus itu nilainya masih C,” ucap Burhanudin secara virtual, Minggu (2/7).

Burhanudin menyebut peningkatan kepercayaan publik pada lembaga demokrasi sangat penting. Sebab, hal itu menjadi salah satu tolok ukur kepercayaan publik pada sistem demokrasi itu sendiri.

Jika lembaga politik gagal mencerminkan kehendak demokrasi, maka kepercayaan publik pada demokrasi menurun.

“Jika publik percaya lembaga bisa menjalankan kinerjanya, maka bisa semakin meningkat kepercayaannya,” pungkasnya.

Olivia Astari

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Parlemen

Puan Maharani Sebut Penyerangan Terhadap Wiranto Bukti Terorisme Nyata

Jakarta, Teritorial.Com – Ketua DPR Puan Maharani mengecam peristiwa penyerangan terhadap MenkoPolkam Wiranto yang terjadi di Pandeglang Kamis (10/10) siang.
Parlemen

Mendekati Kabinet Periode Kedua Jokowi, Sejumlah Nama Beredar di Senayan

Jakarta, Teritorial.Com – Kabinet periode kedua Joko Widodo bersama Ma”ruf Amin akan segera terbentuk setelah pelantikan Presiden terpilih pada tanggal