Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Ketua MPR Apresiasi Pagelaran Wayang Orang “Pandawa Boyong” - Teritorial.Com
Parlemen

Ketua MPR Apresiasi Pagelaran Wayang Orang “Pandawa Boyong”

JAKARTA, Teritorial.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi inisiasi Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyelenggarakan Wayang Orang “Pandowo Boyong” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu malam.

Pemeran utama pagelaran itu antara lain Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono yang berperan sebagai tokoh Bima Sena dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Prabu Puntadewa

“Pagelaran ini juga menjadi bukti soliditas dan sinergitas TNI-Polri, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan, pertahanan, dan keamanan bangsa, melainkan juga dalam memajukan seni dan budaya bangsa,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis.

Pagelaran itu dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera TNI AL. Pagelaran diselenggarakan oleh Mabes TNI AL berkolaborasi dengan Laskar Indonesia Pusaka (LIP) yang didirikan oleh Jaya Suprana dan grup wayang orang Bharata.

Bamsoet yang hadir menyaksikan pagelaran itu mengatakan wayang orang itu menceritakan tentang lakon Pandawa Boyong, dimana ketika lima orang kesatria bersaudara boyongan (pindah) dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa.

Mereka kemudian harus berperang melawan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dan memiliki persenjataan lebih banyak. Namun, berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik, Pandawa dapat memenangkan perang.

Menurut dia, pagelaran wayang orang itu juga mengandung pesan moral untuk mengajak masyarakat agar lebih memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila. Bahkan sosok dalam Pandawa Lima pun relevan dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila.

“Pagelaran wayang orang ini menjadi salah satu wujud konkret dalam merawat dan mentransformasikan ideologi Pancasila dari rumusan ideal abstrak menjadi praktik kolektif kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Mengingat Pancasila sebagai sistem nilai dan ideologi negara bukan sekadar bahan untuk dihafal atau dimengerti saja. Melainkan perlu diterima dan dihayati, serta dipraktekkan sebagai kebiasaan. Salah satunya bisa melalui pagelaran seni dan budaya,” ujarnya menegaskan.

Ridwan Pribadi

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Parlemen

Puan Maharani Sebut Penyerangan Terhadap Wiranto Bukti Terorisme Nyata

Jakarta, Teritorial.Com – Ketua DPR Puan Maharani mengecam peristiwa penyerangan terhadap MenkoPolkam Wiranto yang terjadi di Pandeglang Kamis (10/10) siang.
Parlemen

Mendekati Kabinet Periode Kedua Jokowi, Sejumlah Nama Beredar di Senayan

Jakarta, Teritorial.Com – Kabinet periode kedua Joko Widodo bersama Ma”ruf Amin akan segera terbentuk setelah pelantikan Presiden terpilih pada tanggal