Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Soal Impor Baju Bekas, DPR: Ini Permainan Importir dengan Oknum Bea Cukai - Teritorial.Com
Parlemen

Soal Impor Baju Bekas, DPR: Ini Permainan Importir dengan Oknum Bea Cukai

Jakarta, Teritorial.com – Anggota DPR RI, Abdul Wachid mengkritik maraknya impor pakaian bekas atau sering disebut thrifting di Indonesia.

Dia mensinyalir ada peran oknum bea cukai disebalik banyaknya pakaian bekas impor yang masuk ke dalam negeri.

“Ini permainan para Importir yang bekerjasama dengam penjaga pintu masuk barang yaitu oknum (Bea cukai),” ujar Wachid saat dihubungi wartawan, Sabtu (18/3/2023).

Politisi Gerindra ini menyebut pakaian bekas itu tidak akan mungkin bisa masuk ke Indonesia apabila tidak ada permainan para Importir dengan pihak bea cukai.

“Tanpa ada pola kejasama tidak akan bisa masuk baju bekas bisa masuk. Pekerjaan ini sudah lama , akan tetapi anehnya masih bisa lolos,” tuturnya.

Dalam hal ini, Wachid lantas membandingkan pola penegakan hukum yang terjadi sangat timpang.

Menurutnya, aparat penegak hukum seolah tak berdaya jika berhadapan dengan pelaku kejahatan berkerah putih, tapi jika berhadapan dengan kelas teri aparat langsung bergerak.

“Kenapa kalau maling ayam bisa cepat di tangkap oleh aparat penegak hukum tapi kalau pencuri kelas kakap kok sulit di tangkap. Padahal barangnya jelas besar dan terlihat oleh mata. Kok susah di tangkap,” sindirnya.

Olivia Astari

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Parlemen

Puan Maharani Sebut Penyerangan Terhadap Wiranto Bukti Terorisme Nyata

Jakarta, Teritorial.Com – Ketua DPR Puan Maharani mengecam peristiwa penyerangan terhadap MenkoPolkam Wiranto yang terjadi di Pandeglang Kamis (10/10) siang.
Parlemen

Mendekati Kabinet Periode Kedua Jokowi, Sejumlah Nama Beredar di Senayan

Jakarta, Teritorial.Com – Kabinet periode kedua Joko Widodo bersama Ma”ruf Amin akan segera terbentuk setelah pelantikan Presiden terpilih pada tanggal