Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the benqu-extension domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-stats-manager domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /DATA/k3596128/public_html/tertorial_v2/wp-includes/functions.php on line 6121
Demonstasi HMI Berakhir Ricuh, KAHMI Tuntut Aksi Brutal Aparat di Gedung DPRD Bengkulu - Teritorial.Com
Nasional

Demonstasi HMI Berakhir Ricuh, KAHMI Tuntut Aksi Brutal Aparat di Gedung DPRD Bengkulu

Bengkulu, Teritorial.Com – Sebagai bentuk tuntutan terhadap peradilan hukum, Majelis KAHMI Nasional mengultimatum kepolisian terkait aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bengkulu di depan Gedung DPRD Bengkulu pada Selasa (18/9/2019). Menurut KAHMI, aksi kekerasan yang diperagakan kepolisian sudah berlebihan karena menimbulkan korban.

Tuntutan yang memberatkan pihak aparat Kepolisian tersebut disampaikan lantaran Majelis KAHMI NAsional menilai aksi brutal aparat tersebut sudah di luar dari norma dan peraturan hukum yang berlaku terlebih di negara demokrasi seperti di Indonesia saat ini. Adapun KAHMI juga menuntut soal adanya korban dari aksi brutal aparat saat berupaya membubarkan massa secara paksa.

“Demonstrasi adalah bagian dari ekspresi menyatakan pendapat yang keberadaanya dijamin dalam negara demokrasi. Jalannya menyampaikan pendapat tersebut harus dilindungi dan dijauhkan dari tindak kekerasan, tidak selayaknya aparat Kepolisian melakukan kekerasan pada kegiatan tersebut,” kata Majelis KAHMI Nasional melalui siaran pers, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

KAHMI mengutuk keras cara aparat kepolisian menggunakan kekerasan dalam menangani demonstrasi yang dilakukan oleh HMI. “Yang dilakukan aparat kepolisian di luar batas prosedur yang semestinya,” tegasnya. Ketiga, KAHMI menuntut kepolisian bertanggungjawab atas timbulnya korban dalam aksi kekerasan aparat tersebut. “Meminta Kepolisian melakukan pengusutan dan penindakan atas aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya,” katanya.

Kelima, meminta kepolisian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas aksi kekerasan tersebut dan tidak akan mengulanginya. “KAHMI memberikan perlindungan hukum kepada mahasiswa yang menjadi korban aksi kekerasan dalam demonstrasi tersebut,” lanjut Majelis KAHMI Nasional.

Kemudian KAHMI menuntut institusi kepolisian sebagai alat negara bukan alat kepentingan kekuasaan, korporasi atau kelompok tertentu. “Polisi adalah bersumber dan milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu Polisi harus tetap memegang teguh Tri Brata dan Catur Prasetya dalam menjalankan tugas-tugas negara,” katanya.

KAHMI juga mendesak agar Polri menjadi garda terdepan membangun supremasi hukum berdasar rule of law yang mengabdi kepada keadilan dan national interest, dan harus menghindarkan diri dari abuse of power dan praktik kolutif. Kesembilan, KAHMI mendesak aparat kepolisian agar bersikap profesional, disiplin, menjadi aparat negara yang bersih, serius mewujudkan clean goverment dan good governance.

“Mendesak agar aparat kepolisian harus lebih meningkatkan fungsi public services kepada masyarakat agar tercipta rasa aman, nyaman, terlindungi, dan merasa diayomi. Kepolisian tidak boleh berjarak dari masyarakat, tetapi harus melebur dan menyatu dalam rangka menjalankan tugasnya,” KAHMI mengingatkan.

Sony Iriawan

About Author

Baca Berita Lebih banyak

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS